HALO KENDAL – RSUD dr H Soewondo Kendal kembali menggelar Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) yang mengangkat tema Pencegahan dan Penanganan Penyakit Scabies atau Skabies dengan menghadirkan dr Rakhma Irfanti SpDV, Spesialis kulit dan kelamin dan Estetika Medis RSUD Dr Soewondo Kendal yang digelar di drop in poli klinik. Kegiatan ini diikuti puluhan pasien bersama pengantar pasien dan juga pengunjung RSUD dr H Soewondo Kendal, Rabu (21/2/2024).
PKRS adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan pasien, klien, dan kelompok masyarakat, sehingga pasien dapat mandiri dalam mempercepat kesembuhan dan rehabilitasinya secara mandiri dalam upaya meningkatkan kesehatan, mencegah masalah kesehatan, dan mengembangkan upaya kesehatan melalui pembelajaran sesuai sosial budayanya masing-masing.
Tujuan dari PKRS adalah terciptanya masyarakat rumah sakit yang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien rumah sakit serta pemeliharaan lingkungan rumah sakit dan termanfaatkannya dengan baik semua pelayanan yang disediakan rumah sakit.
Dokter Rakhma mengungkapkan, Skabies adalah penyakit kulit yang ditandai dengan gatal dan disebabkan oleh kutu kecil bernama sarcoptes scabiei yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang.
Penyakit gatal ini bereaksi kuat saat malam hari, tanda gatalnya dengan muncul pelinting-pelinting kecil atau seperti bentolan digigit nyamuk, namun pada scabies bentolannya sangat banyak dan berada di kulit-kulit tipis seperti ketiak, sela-sela jari, pergelangan tangan sampai siku, dan untuk laki-laki gatalnya terjadi di daerah kelamin.
“Pada orang dewasa gejala Skabies lebih sedikit ringan, sedangkan pada anak-anak gejalanya bisa sangat gatal, tidur tidak nyenyak, dan kualitas hidup menjadi terganggu. Skabies dikatakan parah saat tertimpa penyakit infeksi sekunder dengan benjolan bernanah,” ungkap dokter Rahma.

Penularan Skabies
Dijelaskan, penyakit Skabies merupakan penyakit banyak orang dan berada di tempat-tempat ramai seperti asrama, pesantren, dan kost-kostan atau di lingkungan banyak orang yang bermasalah dengan kebersihan.
“Jika hanya satu orang disembuhkan namun beberapa lainnya tidak, hasilnya akan tetap tidak bisa sembuh, karena penyakit ini menular,” jelas dokter Rahma.
Karena, lanjutnya, dalam berkembang biak, kutu sarcoptes scabiei membutuhkan tempat yang hangat untuk bertelur, maka dari itu biasanya kutu ini muncul di lipatan-lipatan.
“Kutu sarcoptes scabiei bertelur dan membuat terowongan di kulit dan bahan serpihan yang dikeluarkan itu yang menyebabkan alergi, gatal dan keinginan untuk menggaruk adalah reaksi dari alergi tersebut. Penularannya terjadi dengan kontak kulit melalui individu yang terkena, atau kutu yang jatuh di pakaian, seprei atau barang-barang individu yang dipakai bersama-sama,” papar dokter Rahma.
Untuk itu, gatal pada kulit ini harus benar-benar diputus rantainya. Jika tidak, maka gatalnya akan seumur hidup. Cara yang tepat untuk menghindari atau mencegah tertularnya skabies maka sebaiknya hindari kontak langsung dengan penderita kudis.
Cara memutuskan pertumbuhan kutu ini, lanjut dokter Rahma, dengan mencuci semua pakaian, handuk, seprei orang yang terkena scabies dengan air panas, menjemur tempat tidur di bawah sinar matahari dikarenakan kutu ini akan mati dengan panas di atas 50 derajat celcius.
“Selanjutnya, taruh barang yang tidak dapat dicuci pada kantong plasting, setidaknya selama lima sampai tujuh hari sebelum digunakan lagi. Kemudian Bersihkan rumah dengan memvakum karpet, membersihkan furnitur, dan mengepel lantai secara rutin, serta setiap orang yang sedang tinggal satu rumah dengan penderita kudis harus menjaga kebersihan, walaupun tidak terpapar penyakit ini,” beber dokter Rahma.

Pengobatan Medis
Setelah pemeriksaan dan dipastikan terkena penyakit Skabies, pengobatannya dengan obat-obatan pemusnah kutu sarcoptes scabiei ini, dioleskan secara rutin pada kulit minimal seminggu satu kali sampai sembuh atau segala kutu hingga bekas-bekasnya yang masih gatal musnah.
“Yang terpenting untuk mencegah adalah menjaga kebersihan adalah hal yang paling diperlukan untuk menghindari penyakit Skabies,” tandas dokter Rahma.
Kemudian bila ada yang terkena atau anggota keluarga merasakan gejala kudis, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan. Setelah itu, ikuti anjuran pengobatan dari dokter serta terapkan cara membunuh kutu Skabies dan telurnya.
“Untuk mengobati kudis, dokter biasanya akan meresepkan krim kepada pasiennya. Krim tersebut perlu dioleskan ke seluruh tubuh penderita kudis. Kemudian, biarkan selama delapan jam dan aplikasikan kembali krim tersebut hingga kudis hilang sepenuhnya. Selain itu, dokter juga dapat meresepkan beberapa obat tertentu kepada pasien apabila gejala kudis yang ditimbulkan sudah cukup parah,” imbuh dokter Rahma.
Acara PKRS dilanjutkan dengan tanya-jawab yang diajukan pasien juga pengunjung RSUD dr H Soewondo, terkait penyakit kulit dan perawatan kulit.
Untuk konsultasi terkait penyakit dan perawatan kulit dan juga kelamin, RSUD dr H Soewondo Kendal membuka layanan setiap hari Senin – Sabtu. Untuk hari Jumat buka pukul 07.00-10.00 WIB dan Sabtu pukul 07.00-11.00 WIB. Sedangkan untuk praktik, dr Rakhma Irfanti SpDV (Rabu dan Jumat), dr Nur Aeni Mulyaningsih Sp.KK (Senin dan Sabtu) dan dr Nurul kawakib Sp.KK (Selasa dan Kamis).(HS)