in

Embung Subari Diresmikan, Kepala Dispertan Kendal : Bisa Dimanfaatkan Juga Sebagai Objek Wisata

Embung Subari di Desa Kalibareng, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (14/2/2023).

HALO KENDAL – Embung Subari di Desa Kalibareng, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, pembangunannya telah selesai dilaksanakan. Dan telah diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (14/2/2023).

Nama embung diambil dari nama petani setempat, Subari, yang merelakan tanah seluas sekira 1.800 meter untuk dibangun embung. Setelah diresmikan, Embung Subari diharapkan dapat mengairi 35 hektare lahan pertanian di sekitarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati berharap, embung yang telah diresmikan bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya para petani di Desa Kalibareng.

“Semoga bermanfaat untuk para petani khususnya di Desa Kalibareng dan bisa meningkatkan produksi pertanian. Baik tanaman pangan maupun hortikultura. Untuk yang biasanya setahun satu kali tanam padi karena sawah tadah hujan, sekarang harus mampu minimal dua kali tanam padi,” ungkapnya, Rabu (15/2/2023).

Pandu menambahkan, tanpa mengurangi fungsi untuk pertanian, pihaknya mempersilahkan jika ada pihak yang akan memfungsikan embung untuk keperluan lain misalnya untuk pariwisata.

“Monggo kalau mau difungsikan untuk keperluan lain, misal untuk wisata. Supaya ada pertumbuhan ekonomi yang baru, dan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi warga Desa Kalibareng,” imbuhnya.

Sebelumnya, Subari menuturkan, hibah sawah untuk pembagunan embung ini demi kelancaran panen para petani, mengingat pada musim kemarau banyak petani gagal panen akibat kekurangan air.

“Awalnya saya melihat kebutuhan petani di sekitaran sawah, dan khusus di sawah saya malah kelebihan air. Namun pada musim kemarau semua petani kekurangan air. Sehingga saya berinisiatif menyampaikan kepada pemerintah, kalau ada program pembangunan embung saya akan menghibahkan sawah untuk bisa dibuat embung. Supaya petani tidak lagi kekurangan air,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Subari menjelaskan, setelah ada tindaklanjut dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan pelaksanaannya didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kendal, Subari pun menyerahkan lahannya untuk dibangun embung air.

“Harapannya dapat bermanfaat, bisa mengaliri sawah petani di setiap musim, dan para petani bisa menghasilkan panen yang maksimal. Supaya meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Kendal yang mendampingi Gubernur Jawa Tengah saat meninjau Embung Subari mengatakan, Gubernur berpesan, supaya masyarakat terus bersama merawat embung.

Termasuk lingkungan yang ada di sekitar embung. Paling penting adalah menjaga pohon yang berada di area atas embung agar tidak ditebang.

“Kalau nanti pohon yang di atas itu terkonservasi dengan baik, maka sumber mata airnya akan terjaga. Karena dijadikan sumber utama untuk bisa mengisi embung yang ada di sini,” kata Sugiono. (HS-06).

Konflik RSI Sultan Hadlirin Jepara Berakhir, Serikat Pekerja Sampaikan Terima Kasih ke Taj Yasin

Ganjar Perketat Pengawasan Distribusi MinyaKita ke Masyarakat