HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Kecamatan Berdaya, yang diinisiasi oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Ia menilai program tersebut sebagai langkah konkret untuk menghadirkan keadilan sosial bagi kelompok rentan di tingkat akar rumput.
“Program Kecamatan Berdaya adalah bentuk kehadiran negara yang paling nyata di tengah masyarakat. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga membangun kepercayaan diri kelompok rentan untuk mandiri dan berdaya,” ujar Heri.
Program yang saat ini dijalankan di 94 kecamatan ini memiliki fokus utama pada pemberdayaan dan perlindungan kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, serta pengembangan potensi dan kreativitas generasi muda.
Program ini juga menjadi ajang sinergi antara berbagai elemen, yakni pemerintah, desa, masyarakat, dan dunia usaha.
Heri menekankan bahwa pendekatan kolaboratif dalam program ini patut diapresiasi karena melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses pembangunan sosial.
“Kekuatan Kecamatan Berdaya terletak pada kolaborasinya. Pemerintah tidak bekerja sendirian, tapi menggandeng masyarakat, sektor usaha, hingga perangkat desa. Ini contoh model pembangunan yang ideal,” jelasnya.

Politikus Partai Gerindra itu juga mendorong agar cakupan program diperluas ke lebih banyak wilayah di Jawa Tengah, karena kebutuhan akan pemberdayaan kelompok rentan terjadi hampir di seluruh daerah.
“Jangan berhenti di 94 kecamatan. Kita harus dorong program ini menjangkau seluruh Jawa Tengah, agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan,” imbuhnya.
Menurut Heri, pemberdayaan tidak hanya berarti memberikan bantuan, tetapi juga membuka akses terhadap pelatihan, pendidikan, fasilitas kesehatan, serta ruang partisipasi sosial dan ekonomi bagi kelompok rentan.
“Pembangunan yang berhasil adalah yang mampu mengangkat yang lemah. Dengan Kecamatan Berdaya, kita sedang membangun pondasi keadilan sosial di desa-desa kita,” pungkasnya.
Diharapkan, ke depan program Kecamatan Berdaya tak hanya menjadi kebijakan jangka pendek, tetapi dapat menjadi gerakan pembangunan berkelanjutan yang terus tumbuh dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. (HS-08)


