in

Dua Orang Jadi Tersangka Kasus Penyerangan di Arteri Soetta Semarang

Penyelidikan peristiwa penyerangan di Jalan Arteri Soekarno-Hatta (Soetta) tepatnya depan kantor FIF Grup Kota Semarang pada Minggu (10/8/2025). (dok.ist).

HALO SEMARANG – Dua orang menjadi tersangka dalam kasus penyerangan terhadap pemotor yang melintas di Jalan Arteri Soekarno-Hatta (Soetta) tepatnya depan kantor FIF Grup Kota Semarang pada Minggu (10/8/2025) sekira pukul 03.00 WIB.

Informasi yang diperoleh, kedua orang yang ditetapkan tersangka berinisial RZ dan DD. Kedua pria ini ditetapkan tersangka dari delapan orang yang ditangkap.

“Sudah ditangkap itu yang dua orang sudah tersangka dan mengakui,” ujar Wakapolrestabes Semarang, AKBP Wiwit Ari Wibisono, Selasa (12/8/2025).

Lebih lanjut, Wiwit belum menjelaskan secara detail terkait motif dan kronologi kejadian itu. Menurut hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka terbukti melakukan kekerasan pada korban dengan cara memukul dengan stik golf dan menendang.

“Jadi ditendang sampai jatuh lalu dipukul pakai stik golf,” jelasnya.

Sebelumnya, para korban saat itu tengah mengendarai motor berboncengan tiga. Kemudian saat melintas di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dihadang oleh pelaku yang berjumlah cukup banyak.

Para korban kemudian dikeroyok dan dibacok secara membabi buta. Ketiga korban alami luka parah terutama bagian kepala. Diduga selain dibacok, korban juga dihantam menggunakan batu bata.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena mengatakan, pihaknya kini masih menyelidiki peristiwa itu. Beberapa saksi juga sudah dilakukan pemeriksaan.

“Ya, apakah itu tawuran atau apa, informasi saat ini pengeroyokan. Korban tiga orang, dua luka dan satu meninggal,” tandasnya.

Korban diketahui bernama Agus Febrianto (26) warga Rejosari, Semarang Timur yang meninggal di tempat. Kemudian dua korban luka yaitu Faris Akbar (22) asal Pulokulon, Grobogan dan Rachmat Fajar (24) warga Lamongan. (HS-06)

1.600 Mahasiswa KKN Tematik Telah Diterjunkan Bantu Program Pemprov Jateng

Bisma Karisma & Tridhatu Lanjutkan “Persinggahan Rihlah” dari Yogyakarta ke Semarang