HALO KENDAL – Mahasiswa Muhammadiyah didorong untuk aktif di berbagai medan strategis. Sehingga tidak hanya cerdas intelektualnya, tetapi juga harus siap dan berani menjadi pemimpin masa depan di setiap lapisan.
Harapan ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kendal dari Partai Amanat Nasional (PAN), Nashri saat menjadi nara sumber dalam Sekolah Politik dengan tema “Menciptakan Pemimpin Muda Untuk Indonesia Emas 2045” yang diselenggarakan PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kendal, di ruang Paripurna DPRD Kendal, Minggu (14/7/2024)
Dia menekankan, kepemimpinan dalam setiap aspek tersebut bisa menjadi pemimpin bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bahkan sampai negara. Termasuk dalam ekonomi dan bisnis, mahasiswa Muhammadiyah harus responsif.
“Pemimpin-pemimpin masa depan adalah kalian. Jangan ragu untuk mengejar impian dan menciptakan perubahan positif dalam masyarakat dan bisnis,” harap Nashri.
Dirinya juga mengajak para mahasiswa untuk mengambil peran sebagai pemimpin di berbagai lapisan, termasuk dalam dunia politik.
Nashri menekankan pentingnya peralihan kepemimpinan dari generasi senior kepada generasi muda untuk membawa perubahan yang segar dan inovatif.
Ia juga mengajak kepada seluruh mahasiswa Muhammadiyah untuk menjadi agen pencerahan dan perubahan masyarakat ke arah yang lebih maju.
“Kalian adalah kader organisasi yang luar biasa. Jadi mengutip pesan dari Bapak Kiai Haji Ahmad Dahlan, tanggung jawab besar ada di pundak kalian untuk membesarkan Muhammadiyah dan memimpin masyarakat ke arah yang lebih baik,” pesan Nashri.
Sementara itu nara sumber lain, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando usai acara mengapresiasi digelarnya Sekolah Politik oleh IMM Kendal.
Dirinya juga berjanji akan terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang sama untuk mengajak para generasi muda di Kendal agar melek politik.
“Jadi kita berusaha para mahasiswa tidak hanya mempelajari politik dan pemerintahan secara teori saja. Namun bisa memperoleh pencerahan dari nara sumber langsung. Yaitu terkait situasi politik, karakteristik pemerintahan dan sebagainya,” ujar Febi sapaan akrabnya.
Sementara terkait menjelang digelarnya Pilkada, Kepala Badan Kesbangpol tersebut menjelaskan, sejauh ini peran dari mahasiswa di Kendal baru sebatas partisipan dan ada sebagian yang menjadi petugas Pemilu di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.
“Ya tadi disampaikan dari KPU, sebagian besar mahasiswa di Kabupaten Kendal masih partisipan Pemilu, bukan sebagai peserta Pemilu. Jadi dengan independesinya para mahasiswa diharapkan juga menolak dan ikut menyoroti adanya dugaan praktik money politic dalam Pemilu,” jelas Febi.
Sebelumnya itu, Kodiv Pencegahan, Hubungan Masyarakat dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Kendal, Muhammad Habibi mengajak seluruh mahasiswa untuk bersama-sama menjadi pengawas partisipatif, baik dalam pelaksanaan Pemilu maupun Pilkada.
“Peran mahasiswa bisa ikut memastikan beberapa hal saat Pemilu maupun Pilkada, seperti jangan sampai yang terpilih itu hasilnya dimanipulasi atau ada proses pembelian suara yang biasa disebut money politic,” ujarnya.
Untuk itu Habibi meminta mahasiswa di Kendal memastikan Pilkada mendatang untuk kepentingan masyarakat dalam memilih pemimpin daerah yang baik dan amanah.
“Jadi bukan untuk kepentingan pihak tertentu yang dapat merusak kualitas dan integritas proses dan hasil Pemilu, tapi untuk kepentingan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kendal,” tandasnya.
Sedangkan Ketua IMM Kendal, Naufal Abdul Afif berharap, apa yang disampaikan sejumlah nara sumber menjadi inspirasi dan motivasi untuk menghadapi tantangan ke depan.
“Sebagai gerakan modern, harus ada perspektif dan interpretasi baru terhadap tantangan. Salah satunya, dalam rangka memasuki dunia yang didominasi teknologi digital. Dan itu tugas kita bersama,” ujarnya.(HS)
