in

Doni Monardo, Pencinta Alam yang Teguh Melindungi Masyarakat

Sumber : Akun X BNPB

 

HALO SEMARANG – Kedukaan mengampiri seluruh jajaran Badan Nasional Penanggunglangan Bencana (BNPB) dan para pegiat kebencanaan di Indonesia, segera setelah tersiar kabar, bahwa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Periode 2019 – 2021, Letnan Jenderal TNI Dr (HC) Doni Monardo meninggal dunia.

BNPB dalam akun resmi X, @BNPB_Indonesia, mengungkapkan Doni Monardo memiliki kecintaan besar terhadap alam dan teguh untuk melindungi masyarakat.

Hal itu pula yang kemudian menjadi inspirasi bagi segenap pegiat kebencanaan di seluruh Indonesia.

“Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi,” begitulah prinsip yang disampaikan Doni, pada setiap kesempatan dalam upaya penanggulangan bencana.

Karena itulah BNPB akan terus melanjutkan komitmen membangun ketangguhan bangsa dalam menghadapi bencana.

“Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita,” kata BNPB.

Seperti diketahui, Mantan Kepala BNPB Letjen TNI Purn Doni Monardo meninggal dunia, pada pukul 17.35 WIB, Minggu (3/12/2023).

“Telah meninggal dunia Letjen Purn DR HC Doni Monardo, (Kelahiran 10 Mei 1963) pada hari Ahad 3 Desember 2023 pukul 17.35 WIB,” kata Staf Khusus Kepala BNPB 2019-2021 Egy Massadiah,

“Semoga amal ibadahnya diterima Allah Swt,” lanjut Egy.

Doni sebelumnya dirawat intensif di Rumah Sakit (RS) Siloam Semanggi, Jakarta. Sejumlah pejabat sempat menjenguk Doni di rumah sakit, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi sempat melihat kondisi Doni Monardo yang terbaring di tempat tidur perawatan.

Selain itu, Jokowi berbincang dengan keluarga dari Doni Monardo serta tim dokter yang merawat.

Semasa menjadi Kepala BNPB, Doni merupakan salah satu pejabat yang terlibat aktif menangani Covid-19 di Indonesia.

Bukan hanya menjabat Kepala BNPB saat itu, Doni juga mendapat kepercayaan dari Presiden, untuk menjabat Kepala Satgas Covid-19 pada 2020.

Setelah selesai menjalankan tugas sebagai Kepala BNPB sejak 2019, dan Kepala Satgas Covid, ia dipercaya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan perseroan pada Juni 2021.

Pada Oktober 2022, Doni Monardo juga mendapat kepercayaan dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, sebagai anggota gabungan independen pencari fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan.

Di dunia militer di Indonesia, Doni Monardo pernah bertugas sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Doni Monardo yang merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1985, memulai meniti karir di Komando Pasukan Khusus atau Kopassus, pada 1986 hingga 1998. Doni kemudian ditarik ke Paspampres pada 2001 hingga 2004.

Pada 2006, Doni Monardo dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, di satuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Empat tahun setelahnya, suami Santi Ariviani ini dipromosikan menjadi Komandan Grup A Paspampres hingga 2010.

Doni kemudian diberi kepercayaan menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor. Selang beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, Doni dipercaya menjadi Wadanjen Kopassus.

Pada April 2012 Doni mengikuti pendidikan PPSA XVIII di Lemhannas. Hanya empat bulan di Lemhannas, Doni dipromosikan menjadi Danpaspampres.

Doni juga pernah menjabat sebagai Pangdam XVI/Pattimura periode 2015-2017 dan Pangdam III/Siliwangi periode 2017-2018. Tak hanya itu, Doni juga pernah menjadi Sekretaris Jenderal Wantannas pada 2018 hingga pada 2019 dilantik menjadi Kepala BNPB. (HS-08)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Senin (4/12/2023)

Rangkaian Panggung Budaya Rumah Kita Rampung, Warga Berharap Digelar Kembali Tahun Depan