HALO SPORT – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengaku telah mengajak runner-up Piala Dunia 2018, Kroasia untuk menjadi lawan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday selanjutnya. PSSI bahkan telah melayangkan surat resmi untuk rencana uji coba tersebut. Pernyataan itu diungkapkan Mochamad Iriawan sebelum menyaksikan pertandingan FIFA Matchday antara Indonesia melawan Timor Leste di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (27/1/2022) malam.
Pria yang biasa disapa Iwan Bule itu mengungkapkan, PSSI mematok target Timnas Indonesia bisa menembus 150 besar Ranking FIFA tahun ini. Demi memenuhi target tersebut, PSSI pun mengupayakan lawan yang peringkatnya lebih tinggi dengan harapan mendongkrak peringkat Indonesia. Ada tiga negara yang diproyeksi jadi lawan Indonesia pada FIFA Matchday selanjutnya.
“Kami sudah bersurat ke Kroasia, Tajikistan, dan Uzbekistan, itu tim yang tinggi ranking FIFA-nya. Sehingga, poinnya akan cukup tinggi kalau kita bisa melakukan hal bagus,” ujar Iwan Bule.
“Sudah kami susun program-programnya karena target kami tahun ini kita bisa di atas 150,” imbuhnya.
Pertanyaan tersebut sekaligus menjawab keresahan publik terkait lawan yang dihadapi Indonesia pada FIFA Matchday kali ini. Sebab, federasi tampak melewatkan kesempatan mendulang poin di level internasional dengan memilih Timor Leste sebagai lawan. Akan tetapi, Mochamad Iriawan menjelaskan kembali duduk permasalahan mulai dari pembatalan melawan Bangladesh sampai berakhir ke Timor Leste. Melalui pernyataan tersebut, dia mempertegas bahwa PSSI serius untuk memajukan sepak bola Indonesia.
”Jadi kita mencari tim-tim yang di atas, tapi kan ada keterbatasan. Ada protokol kesehatan di sini yang mengharuskan dua kali vaksin, karantina, dan lainnya. Yang jelas programnya sudah ada,” tegasnya.
Selain itu, pelaksanaan FIFA Matchday di Pulau Dewata Bali juga menjadi bagian program PSSI untuk meningkatkan performa Timnas Indonesia. Sebab, pelatih Shin Tae-yong bisa memantau langsung dan memilih langsung pemain-pemain potensial yang diinginkan selama seri 4 Liga 1 2021 yang juga dilaksanakan di Bali.
“Kenapa pilih di sini? Karena Liga 1 diselenggarakan di Bali sehingga pemain-pemain yang ada di Liga 1 ada di sini, sehingga masuk pertimbangan efisiensi,” pungkasnya.(HS)