HALO SEMARANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, memperketat lalu lintas kendaraan angkutan barang yang akan masuk ke kota Semarang. Pembatasan angkutan berat ini dilakukan di sejumlah pintu akses masuk perbatasan kota.
Sekretaris Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, perhitungan prediksi dari pemerintah pusat akan ada kenaikan 8,1 persen perjalanan saat mudik Lebaran 2025. Hal ini sesuai dengan arahan pemerintah, ada pengetatan kendaraan angkutan barang yang diterapkan mulai Senin (24/3) sampai Selasa (8/4) mendatang.
“Kita lakukan penyekatan mulai Senin (24/3) kemarin, untuk kendaraan sumbu tiga, tempelan gandengan, dan dump truk. Kecuali kendaraan yang membawa sembako kita bolehkan melintas,” ujarnya, Selasa (25/3/2025).
Danang menjelaskan, pintu masuk ke Kota Semarang, mulai diperketat seperti di Mangkang, Genuk, Kaligawe, Penggaron dan Banyumanik. Menurutnya, kendaraan berat yang tidak membawa sembako akan diputar balikkan ke daerah asal.
“Nanti kita putar balikkan, atau misal dari barat kita masukkan ke terminal,” katanya.
Dishub sendiri, bakal melakukan rekayasa lalu lintas di jalan yang ada di kota. Namun rekayasa ini menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Potensi titik macet, menurutnya ada di exit tol Krapyak dan Banymanik setelah diberlakukannya one way.
“Perhitungan prediksi dari pemerintah pusat akan ada kenaikan 8,1 persen perjalanan saat mudik Lebaran 2025,” tambahnya.
Selain itu Dishub mendirikan sejumlah posko mudik yakni di Terboyo, Cangkiran, Gunungpati, dan Kantor Dishub Kota Semarang. Kemudian, ada tiga posko di dalam kota.
“Selain itu, ada pula posko di Mangkang dan Banyumanik,” imbuhnya.
Selain itu, Dishub juga bersama Kepolisian berjaga di Posko Kalikangkung untuk pengamanan arus mudik lebaran. (HS-06)