HALO PATI – Program Bapak Asuh Anak Stunting, yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Pati dalam rangka peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Keluarga Berencana dan Kesehatan Kabupaten Pati, langsung menampakkan perkembangan.
Dalam peluncuran program itu, berhasil menghimpun dana sekitar Rp 200 juta dari para bapak asuh.
Mereka antara lain Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Pati, Faiza Henggar Budi Anggoro, dan para kepala OPD.
Selain mereka, para pimpinan perusahaan daerah dan swasta, seperti BPR Bank Daerah, BPR BKK, instansi rumah sakit hingga perhotelan juga masuk ke dalam program bapak asuh.
Henggar Budi Anggoro yang hadir dalam acara launching tersebut, menyampaikan bahwa penurunan angka stunting menjadi salah satu tugas yang diamanatkan kepadanya oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat pelantikan Agustus 2022 lalu.
Maka dari itu Pemkab Pati berupaya agar dapat bergerak cepat menurunkan angka stunting di wilayahnya.
Terima kasih kepada Kepala Bappeda serta Kepala Dinsos Pati, yang selalu berkoordinasi dengan kami dalam rangka melakukan penanganan stunting dan penurunan angka kemiskinan,” kata dia, seperti dirilis patikab.go.id.
Melalui strategi serta akselerasi yang dilakukan, pihaknya yakin akan terjadi penurunan angka kemiskinan yang sejalan dengan penurunan angka stunting.
“Semoga ke depannya nanti, angka stunting di Kabupaten Pati benar – benar zero kasus,” harapnya.
Pihaknya pun tak lupa berterima kasih kepada Tim Penggerak PKK, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan yang telah bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam upayanya menuntaskan angka stunting di Pati.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Pati, mengungkapkan bahwa total donasi yang terhimpun mencapai Rp 200 jutaan. Adapun saat ini, sudah ada sebanyak 41 bapak asuh yang tergabung dalam program tersebut.
Nantinya setiap anak stunting akan mendapat anggaran Rp 2 juta, dan pembelanjaannya “dikawal” oleh Pemkab Pati.
Dengan demikian uang yang disalurkan ini, bisa tepat sasaran sebagai program penuntasan stunting.
“Kami juga berharap program ini bisa terintegrasi dengan pengentasan kemiskinan ekstrem,” jelasnya. (HS-08)