in

Di Kendal Uang Koin Pecahan Rp 100 dan Rp 200 Langka, Ini Kata Pengusaha Swalayan

Foto ilustrasi uang receh.

 

HALO KENDAL- Situasi unik terjadi di Kabupaten Kendal. Sejak beberapa hari terakhir uang pecahan logam Rp 100 dan Rp 200 sudah didapat dalam jumlah banyak. Hal ini dikeluhkan para pengusaha toko swalayan di Kabupaten Kendal.

DS salah seorang pengusaha toko swalayan di Jalan Soekarno-Hatta Kendal, mengaku sejak menjelang Lebaran sampai sekarang, uang pecahan Rp 100 dan Rp 200 susah dicari.

Padahal pihaknya sangat membutuhkan untuk transaksi kembalian kelebihan pelanggan.

“Seakan sudah menghilang dari pasaran. Ini yang membuat saya kebingungan,” ujarnya kepada halosemarang.id.

Ia pun mengaku sudah berusaha mencari pecahan uang koin Rp 100 dan Rp 200 ke beberapa bank.

“Saya juga sudah bertanya ke beberapa BPR, namun jawabnya sama mereka tidak punya,” ungkap DS.

Dijelaskan, pihaknya membutuhkan pecahan uang koin dalam jumlah yang banyak untuk uang pengembalian di kasir.

“Kami sudah berusaha memberi solusi ke pembeli dengan mengganti permen. Namun mereka keberatan. Bahkan ada yang sampai melempar permennya ke kasir,” ungkap DS.

Dirinya berharap kepada pihak terkait, terutama bank pemerintah untuk bisa menyediakan lagi uang koin pecahan Rp 100 dan Rp 200.

“Kami mohon pada pihak-pihak yang terkait, terutama bank pemerintah bisa menyediakan lagi seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” pungkas DS.

Sementara Humas Kantor Cabang BRI Kendal, Santo, saat dikonfirmasi melalui telepon terkait dengan kelangkaan uang koin pecahan Rp 100 dan Rp 200 tersebut mengatakan, untuk stock uang receh pihaknya mengandalkan setoran kembalian dari nasabah yang memang saat ini agak jarang. Selain dari setoran kembali, juga bisa didapat dari Kantor Cabang Koordinator (Kancako) melalui tambahan kas.

“Sedang Kancako sendiri mendapat stock uang koin dari Bank Indonesia (BI). Maka dalam hal ini BRI Kendal hanya membantu perputaran uang saja di wilayah Kabupaten Kendal,” terangnya, Minggu (30/5/2021).

Dijelaskan, kaitanya dengan imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk menggunakan transaksi non tunai (cashless), juga berpengaruh pada situasi ini.

“Selain bermanfaat untuk mengurangi penggunaan uang kecil, juga bisa sebagai salah satu cara mengurangi penyebaran dan penularan virus Covid-19 melalui interaksi pembayaran tunai,” jelas Santo.

Ditambahkan, Kantor Cabang BRI Kendal juga memberikan fasilitas transaksi non tunai dengan menyediakan alat pembayaran dengan kartu ATM melalui EDC.

Baik EDC merchant yang tersedia di toko-toko maupun melalui EDC yang ada di agen Brilink yang sudah tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kendal.

“Selain itu, BRI juga sudah menyediakan kartu uang elektronik yaitu BRIZZI, yang bisa digunakan untuk pembayaran belanja maupun pembayaran tol,” imbuh Santo.(HS)

Polres Pekalongan Kota Gencarkan Patroli Dialogis Cegah Penyebaran Covid-19

Pimpin Patroli, Kapolres Karanganyar Minta Anggota Bubarkan Kerumunan