HALO KENDAL – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kendal mengimbau pengusaha restoran dan rumah makan untuk memaksimalkan penggunaan tapping box dalam bertransaksi. Sebab banyak restoran dan rumah makan yang dinilai belum maksimal mendukung program tersebut.
Dari 72 resto dan rumah makan terutama frenchise yang telah dipasang alat tapping box, disebutkan baru beberapa yang benar-benar memaksimalkan penggunaan alat tersebut.
Kepala Bapenda Kabupaten Kendal, Abdul Wahab mengatakan, para pengusaha restoran dan rumah makan supaya memaksimalkan penggunaan tapping box yang telah terpasang.
“Kami mengimbau kepada para pemilik restoran dan rumah makan di Kabupaten Kendal, untuk mengoptimalkan penggunaan tapping box yang sudah dipasang. Supaya realisasi pajak kita bisa mencapai target,” katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (4/7/2024).
Wahab menjelaskan, upaya meningkatkan realisasi penerimaan pajak, pihaknya telah melakukan pengawasan kepada objek wajib pajak yang meliputi resto, rumah makan, kafe, hotel, dan tempat wisata.
“Nantinya ada sekitar 257 alat tapping box, bekerja sama dengan Bank Jateng, yang akan dipasang di resto-resto, di rumah makan, juga di kafe-kafe, hotel-hotel, dan bisa juga tempat-tempat wisata,” ungkapnya.
Selain imbauan kepada pemilik rumah makan, dia juga mengimbau kepada para konsumen untuk memastikan mendapat nota atau struk dari tapping box saat transaksi. Karena sudah ditetapkan pajak 10 persen kepada konsumen yang makan di resto.
“Kepada para konsumen, kami juga mengimbau setelah makan di restoran atau rumah makan yang ada tapping box-nya harus menerima atau meminta nota dari tapping box itu,” jelasnya.
Pihaknya optimis jika tapping box dijalankan secara maksimal, maka target pendapatan pajak juga akan cepat tercapai.
“Kita optimis, apalagi didukung para pengusaha resto, rumah makan, kafe dan hotel yang ada di Kabupaten Kendal,” pungkasnya. (HS-06)