HALO BLORA – Upaya Pemerintah Kabupaten Blora, untuk mendapatkan tambahan dana bagi hasil (DBH) Migas dari Blok Cepu, akhirnya membuahkan hasil.
Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan, bahwa pada tahun anggaran 2023, Blora dapat DBH Migas sebesar Rp160 miliar.
Menurut dia, angka ini merupakan peningkatan yang signifikan, setelah pengesahan revisi Undang-undang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) di tahun 2022 ini.
“Jika tahun 2022 ini DBH Migas yang diperoleh Blora hanya Rp 7 miliar, maka pada tahun 2023 nanti Blora akan dapat DBH Migas Rp 160 miliar, karena adanya revisi UU No 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah,” kata Bupati Blora, baru-baru ini, seperti dirilis blorakab.go.id.
DBH Migas sebanyak Rp 160 miliar itu, menurut dia akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan Kabupaten Blora tahun depan.
“InsyaAllah akan kita gunakan untuk melanjutkan pembangunan jalan. Pasalnya saat ini masih banyak jalan kabupaten yang kondisinya rusak,” kata dia.
Dia pun menyebutkan, pada tahun 2022 Pemkab Blora membangun jalan dengan dana kredit.
“Semoga tahun depan kita bisa melanjutkan pembangunannya dengan anggaran dari DBH Migas,” lanjut Bupati.
Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, yang telah mendukung upaya revisi UU HKPD, sehingga Blora sebagai daerah penerima DBH Migas Blok Cepu.
“Terima kasih Pak Presiden, Bu Menteri Keuangan, Pak Menteri ESDM, Pimpinan DPR dan anggota DPR RI bersama seluruh jajaran. Beberapa kali kita menggelar diskusi. Termasuk silaturahmi ke Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM untuk mengajukan proposal perhitungan DBH Migas. Seperti Maret lalu kita bertemu Dirjen Perimbangan Keuangan di Kudus, dan Rabu kemarin kita baru saja ke Dirjen Migas Kementerian ESDM. Alhamdulillah hasilnya baik,” terang Bupati.
Bupati yang akrab disapa Mas Arief inipun, mengaku akan terus mengupayakan agar ke depan, DBH Migas bagi Kabupaten Blora terus meningkat.
“Dulu prediksi kami Blora bisa sekitar Rp 400 miliar. Sejumlah rumus perhitungan DBH Migas pun kita susun dan kita serahkan ke Kementerian terkait. Meskipun meleset hanya Rp 160 miliar, tetap kita syukuri. Semoga ke depan dapat kita upayakan lagi agar lebih meningkat untuk mendukung daerah pembangunan,” jelasnya. (HS-08).