in

Dampak Banjir, Disdik : Beberapa Sekolah di Kendal Diterapkan Pembelajaran Jarak-Jauh

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi saat meninjau tembok yang ambruk akibat banjir di SMPN 1 Brangsong, Senin (2/1/2022).

HALO KENDAL – Beberapa sekolah di Kendal terpaksa melaksanakan pembelajaran jarak jauh kepada siswa-siswinya di hari pertama masuk sekolah usai libur panjang akibat dampak banjir, Senin (2/1/2023).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menyampaikan, dirinya telah mengeluarkan surat edaran, untuk hari Senin (2/1/2023) adalah hari pertama tahun ajaran, dan sekolah diwajibkan tetap melaksanakan proses belajar mengajar.

Namun, terkait sekolah yang terdampak cuaca ekstrem untuk mengganti pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh melalui daring maupun penugasan.

“Hari pertama masuk sekolah tetap hari ini, cuma bagi sekolah yang terdampak dan orangtua siswa terdampak aksesbilitasnya terdampak, bisa belajar dari rumah,” ungkapnya.

Wahyu menjelaskan, cuaca ekstrem yang terjadi di Kendal berdampak kepada terganggunya proses belajar mengajar di 43 SD, delapan SMP dan tujuh Paud. Namun menurutnya, sebagian besar sekolah masih dikategorikan terdampak ringan.

“Alhamdulillah dampaknya ringan hanya beberapa yang dampaknya cukup besar. Kalau SMP ada dua, yaitu SMP Negeri 1 Brangsong dan SMP Negeri 2 Weleri. Kalau SD ada SD Negeri 1 dan 2 Kebonadem, SD Brangsong,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Wahyu berpesan kepada satuan tenaga pendidikan, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karen cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga beberapa hari kedepan.

“Kepada adik-adik yang sedang melaksanakan pelajaran jarak jauh, untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan bapak atau ibu guru melalui daring maupun tugas yang diberikan,” pesannya.

“Saya juga mengajak kepada masyarakat, untuk berdoa bersama-sama, supaya musibah segera berakhir dan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik,” imbuh Wahyu.

Sementara itu, di SD Negeri 2 Kebonadem, Kecamatan Brangsong, para guru dibantu orang tua murid bergotong royong membersihkan sisa endapan lumpur akibat banjir.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Kebonadem Brangsong, Linda Sri Wahyuda mengatakan, akibat banjir yang menggenangi seluruh ruang kelas, pihak sekolah terpaksa meliburkan pembelajaran tatap muka yang digantikan dengan pembelajaran melalui daring.

“Ya kami terpaksa memberikan tugas secara kepada para murid. Karena kondisi sekolah yang belum memungkinkan untuk anak-anak belajar. Karena masih banyak lumpur licin dan malah bahaya,” ujarnya.

Linda mengungkapkan, banjir yang menggenangi SD Negeri 2 Brangsong setinggi kurang lebih satu meter mengakibatkan beberapa dokumen serta printer tidak bisa diselamatkan.

Ia juga mengaku, juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh selama dua hari.

“Bapak Kepala Dinas juga sudah mengijinkan bagi sekolah yang kena dampak banjir untuk memberikan pembelajaran jarak jauh,” ungkap Linda.

Senada, Ketua Komite SD Islam Terpadu Robbani Kelurahan Langenhargo Kendal Didik Junaidi, SDIT Robbani juga terpaksa melaksanakan pembelajaran jarak jauh akibat banjir yang melanda sebagian besar perumahan Kendal Asri, Langenharjo, Kendal.

Hingga saat ini pihak sekolah juga masih melakukan pembersihan sisa-sisa endapan lumpur.

“Murid diminta belajar di rumah selama dua hari, karena kondisi di sepanjang perum Kendal Asri Kelurahan Langenharjo masih tergenang banjir dan belum surut,” ungkapnya. (HS-06).

Sepanjang tahun 2022, Shopee Dukung Penuh Ketangguhan Pelaku UMKM

Tim Realita Peduli Korban Banjir