HALO PEMALANG – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro memimpin doa bersama untuk almarhumah Kiki Puji Yuliani, siswa SD N 03 Jojogan, korban tanah longsor di Watukumpul yang terjadi Jumat (6/2/2026).
Doa bersama dilaksanakan dalam acara pembukaan Pesta Siaga Kwarcab Pemalang Tahun 2026 di Halaman SLB Negeri 1 Pemalang, Sabtu (7/2/2026).
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Nurkholes, perwakilan Forkopimda, Ketua TP. PKK Noor Faizah Maenofie, dan Ketua Kwarcab Pemalang Sukarso.
Dalam arahannya Bupati menyampaikan bahwa di tengah kegiatan pesta siaga saat ini, ada saudara kita yang tertimpa musibah.
Terkait itu Bupati mengajak semua yang hadiir di acara tersebut untuk menundukan kepala dan sejenak memanjatkan doa untuk almarhumah Kiki Puji Yuliani.
“Mari kita tundukkan kepala kita untuk saudara kita Kiki Puji Yuliani yang mengalami musibah tanah longsor di Desa Jojogan,” ucap Bupati, seperti dirilis pemalangkab.go.id.
Kegiatan Pesta Siaga diikuti 14 kontingen dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pemalang.
Di akhir acara, Ketua TP PKK meninjau pos atau taman para peserta pesta siaga. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat persaudaraan, kreativitas, dan kebersamaan anak-anak Pramuka Siaga.
Untuk diketahui, bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Pemalang, kali ini terjadi di Desa Dusun Jojogan, Desa Jojogan Kecamatan Watukumpu.
Dalam peristiwa itu tebing di belakang rumah Yuliati (35), warga setempat runtuh dan material longsoran menimpa rumah.
Akibat bencana tersebut, anak dari Yuliati, bernama Kiki Puji Yuliani (9) meninggal dunia. Adapun Yuliati mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas Watukumpul untuk mendapatkan perawatan medis.
Camat Watukumpul, Arif Rahman Hakim menjelaskan, musibah tersebut terjadi sekitar pukul 16:30 WIB, hujan deras di wilayah tersebut memicu tebing di belakang rumah warga runtuh dan material tanah longsor menimpa rumah tersebut.
“Tim gabungan yang terdiri atas Trantibum, Polsek, Koramil, relawan bencana, Destana Jojogan, dan warga sekitar, langsung melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor,” ujarnya.
Menurut Arif, evakuasi timbunan longsor yang menghalangi jalan Cikadu-Jojogan sudah dibersihkan secara manual. Dengan menggunakan cangkul, warga bergotong royong membersihkan lokasi bencana.
“Kondisi jalan sudah bisa dilalui, kondisi listrik mati, hujan, padat merayap kendaraan melintas satu-satu untuk bisa melewati jalan baik roda dua maupun roda empat” ungkapnya.
Dengan penanganan cepat dan koordinasi yang baik, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir dan warga dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Pemkab Pemalang berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan responsif terhadap bencana, demi mewujudkan keselamatan dan kesejahteraan warga. (HS-08)