in

Buka Edufair 2026, Wabup Rembang Tekankan Pentingnya Pendidikan Tinggi bagi Pembangunan SDM

Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ meninjau stand peserta Edufair 2026, yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA, MA, dan SMK Kabupaten Rembang di Balai Kartini Rembang, Selasa (27/1/2026). (Foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, ketika secara resmi membuka kegiatan Edufair 2026, yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA, MA, dan SMK Kabupaten Rembang di Balai Kartini Rembang, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi, bagi generasi muda di Kabupaten Rembang.

Edufair 2026 mengusung tema “Temukan Potensimu, Pilih Kampusmu, Genggam Masa Depanmu” dan diikuti oleh 48 perguruan tinggi dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Wabup Hanies menegaskan bahwa Edufair tidak sekadar menjadi ajang pameran pendidikan, tetapi merupakan ikhtiar strategis untuk membangun masa depan daerah melalui penguatan sumber daya manusia.

“Expo ini bukan pameran biasa. Ini adalah upaya bersama untuk membuka masa depan generasi penerus melalui pendidikan tinggi. Perguruan tinggi merupakan pondasi penting bagi kemajuan sebuah daerah, termasuk Kabupaten Rembang,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pengalaman banyak daerah menunjukkan tidak ada wilayah yang mampu keluar dari kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, dan rendahnya daya saing tanpa didukung sumber daya manusia yang terdidik.

Perguruan tinggi dinilai berperan penting dalam melahirkan pemikir, inovator, tenaga profesional, serta calon pemimpin masa depan.

Oleh karena itu, peningkatan akses pendidikan tinggi ditempatkan sebagai agenda strategis pembangunan daerah, bukan semata kepentingan individu.

Pemerintah Kabupaten Rembang, lanjut Hanies, secara konsisten menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas melalui pengawalan alokasi anggaran, penyediaan program beasiswa, serta dukungan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Upaya tersebut menunjukkan hasil yang positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Rembang tercatat terus meningkat dan saat ini berada pada angka 73,1.

Meski demikian, Wabup Hanies menilai masih terdapat tantangan, khususnya rendahnya partisipasi pendidikan tinggi di wilayah perdesaan.

“Tantangan kita ke depan adalah rendahnya partisipasi pendidikan tinggi, khususnya di desa-desa. Karena itu, Pemkab Rembang mengusung visi besar minimal satu desa satu sarjana,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa visi tersebut bukan sekadar mengejar jumlah lulusan, tetapi sebagai upaya membangun harapan agar setiap desa memiliki generasi muda terdidik yang mampu kembali dan menjadi penggerak pembangunan desa di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, pertanian, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan.

“Edufair ini adalah bagian dari ikhtiar besar tersebut. Kita ingin anak-anak Rembang berani bermimpi, memiliki akses informasi pendidikan yang luas, dan pada akhirnya berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)

Sementara itu Edufair 2026 di Balai Kartini Rembang, diikuti 48 perguruan tinggi negeri dan swasta dari empat provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Masing-masing perguruan tinggi menyajikan informasi akademik dan nonakademik yang dapat menjadi referensi bagi siswa kelas XII dalam menentukan pilihan studi dan arah karier ke depan.

Ketua Panitia Edufair 2026, Danivul Haq, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-15 dan mengalami peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi tahun ini sebanyak 48, naik tiga dari tahun lalu yang hanya 45. Sebenarnya bisa lebih banyak, namun keterbatasan tempat membuat hampir 20 perguruan tinggi tidak dapat bergabung,” ujarnya.

Selain jumlah perguruan tinggi, partisipasi sekolah juga mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 67 SMA, SMK, dan MA direncanakan mengikuti Edufair 2026, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 65 sekolah.

“Edufair ini bukan hanya berbagi informasi jurusan, tetapi juga informasi beasiswa yang bisa diperebutkan oleh para siswa,” tambah Danivul. (HS-08)

 

 

Ngantor di Desa Rajekwesi, Bupati Jepara Dorong Pengembangan Wisata dan Perbaikan Infrastruktur Mayong

Pemerintah Pusat Setujui Usulan Perbaikan Jalan Sampung–Sarang Rembang, Ditingkatkan Jadi Beton 2,5 Kilometerf