in

Blora Tampilkan Tayub di Puro Mangkunegaran, Gusti Bhre Sudjiwo : Luar Biasa dan Sangat Kaya Akan Kebudayaan

Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X (Gusti Bhre Sudjiwo), Bupati Blora Arief Rohman, dan istri Aini Solichah, berfoto bersama tim Tayub Blora, setelah tampil di Puro Mangkunegaran. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Adicara atau acara peringatan berdirinya Praja Mangkunegaran ke 266 tahun 2023 ini terasa berbeda.

Di bawah kepemimpinan Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X (Gusti Bhre Sudjiwo), delegasi kesenian dari daerah ikut diundang untuk tampil di Puro Mangkunegaran.

Salah satu di antaranya yang tampil adalah Kabupaten Blora, yang menampilkan tari Tayub kreasi baru.

Tim kesenian yang digawangi para penari terbaik Blora dari sanggar LKP Merpati ini pun, ketika tampil belum lama ini, dikawal langsung oleh Bupati Arief Rohman, bersama istri Aini Solichah.

Dengan kostum tari bernuansa hijau dan kuning, selaras dengan warna kebesaran Mangkunegaran, sepuluh penari tayub Blora berhasil tampil apik di depan keluarga Gusti Mangkunegoro X dan para tamu undangan.

Semangat, kekompakan, dan senyuman hangat terus dipersembahkan melalui gerakan tubuh yang elok dengan iringan musik gamelan.

Berbeda dengan karakter tarian Solo yang cenderung kalem, Tayub Blora yang merupakan tari pergaulan ini, berhasil tampil beda dan lebih atraktif.

Penampilan para penari ini pun, mendapat tepuk tangan dari Gusti Mangkunegoro X yang akrab Gusti Bhre Sudjiwo, yang malam itu hadir bersama sang ibu dan kakak. Termasuk para abdi dalem, serta tamu undangan dari Kabupaten se Solo Raya.

Usai penampilan tari, Gusti Bhre pun berkenan mengajak foto bersama dengan Bupati Arief Rohman dan tim Tari Tayub Blora.

Gusti Bhre mengungkapkan dirinya sangat senang dan mengapresiasi tampilan seni Kabupaten Blora, baru kali pertama ini tampil di Mangkunegaran.

“Blora, Tayub Blora luar biasa, sangat kaya akan kebudayaan,” kata Gusti Bhre Sudjiwo, seperti dirilis blorakab.go.id.

Menurut dia, pada saat kemajuan teknologi berkembang, kebudayaaan juga bisa menyesuaikan secara dinamis.

Adapun khusus untuk Tayub Blora, Gusti Bhre Sudjiwo menilai tarian ini sangat menarik dan sangat menghibur.

“Maturnuwun sanget Pak Bupati dan tim yang sampun kersa rawuh. (Terima kasih kepada Bupati Blora dan tim yang sudah bersedia datang). Semoga kesenian kebudayaan Blora bisa terus lestari. Mangkunegaran siap untuk menjadi mitra pemajuan seni budaya,” kata Gusti Bhre Sudjiwo.

Sementara itu, Bupati Arief Rohman, mengucapkan terima kasih kepada Gusti Bhre, atas undangan dan kesempatan yang diberikan kepada Kabupaten Blora untuk menampilkan duta keseniannya.

“Maturnuwun Kanjeng Gusti Bhre atas kesempatan yang luar biasa ini. Ini merupakan pertama kali tim kesenian Blora dapat tampil di Mangkunegaran, kami merasa bangga apalagi bertepatan dengan momentum peringatan ulang tahun berdirinya Praja Mangkunegaran ke 266. Semoga di usianya yang ke 266, Praja Mangkunegaran semakin eksis sebagai pusat pengembangan seni budaya dan pariwisata. Aamiin,” ucap Bupati.

“Alhamdulillah Tayub Blora (gaya baru) berhasil tampil apik, memeriahkan Puro Mangkunegaran. Insha Allah siap go internasional. Kami bangga pada anak-anak muda Blora, bisa bikin Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X tersenyum bahagia bersama keluarga dan para tamu undangan, semalam. Semoga kelak bisa tampil di event internasional, aamiin.. Seni Budaya Blora Ngrembaka…!!,” tambah Bupati.

Misi kesenian dan kebudayaan keluar daerah untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Blora seperti ini, menurut Bupati akan terus diupayakan.

“Kami juga ingin kembali menggelar event kesenian, budaya, dan kuliner Blora di Jakarta. Sedang disiapkan konsepnya. Cita cita besar kami, Seni budaya Blora bisa tampil di Istana Negara saat HUT RI. Semoga nanti ada jalan,” tambah Bupati.

Septiya Rizqi Umami, salah satu penari Tayub Blora yang juga mahasiswi Seni Tari Unnes Semarang, mengaku senang bisa tampil mengenalkan tarian khas Blora ini di depan keluarga raja Mangkunegaran.

“Sebagai warga Blora, penari asli Blora, saya dan teman-teman merasa senang sekali bisa tampil di Mangkunegaran. Maturnuwun sanget atas kesempatannya. Maturnuwun Pak Bupati yang telah mengajak Sanggar LKP Merpati Blora. Salam Budaya,” ucapnya singkat.

Dalam acara tersebut, hanya ada dua tim kesenian yang diundang untuk tampil di Mangkunegaran. Yakni dari Kabupaten Karanganyar dan Blora.

Karanganyar menampilkan Tari Karang Tumandang yang lebih lemah lembut, adapun Blora menampilkan Tayub kreasi baru yang sangat atraktif. (HS-08).

Beberapa Sapi di Blora Mati Akibat PMK, Kapolres : Kami Ikut Prihatin

Borong 15 Ribu Medali Selama 2022, MTsN 1 Pati Diganjar Rekor Muri