HALO SPORT – Pembalap tim pabrikan Ducati, Pecco Bagnaia membidik kuatrik atau kemenangan keempat berturut-turut pada MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring, 5-7 Juli mendatang.
Pecco sebelumnya berjaya pada Grand Prix (GP) Catalan, GP Italia, dan GP Belanda.
Lewat hattrick itu, juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 ini sekarang hanya terpaut 10 poin di belakang Jorge Martin.
Sukses di Sirkuit Assen, 30 Juni lalu, merupakan yang ketiga selepas pada 2022 dan 2023.
Prestasi mantap itu membuat mantan murid Valentino Rossi ini mengikuti jejak legenda MotoGP Mick Doohan yang berjaya di Assen pada 1994, 1995, dan 1996.
Bagi Pecco, ini adalah hatrik di sirkuit ketiga setelah tiga kali menang di Jerez dan Mugello pada 2022, 2023, serta 2024.
Pembalap asal Italia itu juga mengukir rekor dengan meraih kemenangan balapan ke-23 bersama Ducati.
Rekor ini menyamai legenda MotoGP, Casey Stoner (Australia) yang mencatat rekor serupa saat masih memperkuat tim Borgo Panigale.
Bagnaia mengaku sangat senang bisa mendominasi MotoGP Belanda sejak latihan bebas, kualifikasi, lomba sprint, hingga balapan utama.
Di Sachsenring, dia bakal bersaing dengan rival yang musim depan menjadi tandemnya, Marc Marquez.
Marquez sudah menang 11 kali di sirkuit sepanjang 3,7 kilo meter ini.
The Baby Alien, julukan Marc, jelas ingin habis-habisan di sirkuit favoritnya itu.
Marquez sangat berambisi meraih kemenangan pertamanya musim ini.
Sebelumnya, dia sudah merasakan podium kedua dan ketiga MotoGP 2024.
Dalam klasemen sementara kakak kandung Alex Marquez ini berada di posisi ketiga, satu undakan di atas Enea Bastianini. (HS-06)