HALO KENDAL – Pentingnya bimbingan kepada masyarakat, menyadarkan dan memberi semangat, terhadap apapun yang menimpa seseorang itu sudah ditakdirkan oleh Allah Swt.
Salah satunya sakit, merupakan ujian dari Allah Swt, yang terpenting ialah mampu bersabar dan tetap berusaha.
Hal itulah yang membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Soewondo Kendal, melaksanakan kegiatan kerohanian rutin kepada pasien dan pengunjung, yang dikemas dalam kuliah tujuh menit (kultum), yang digelar setiap hari Senin pagi, di ruang Poli.
Direktur RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Saikhu mengatakan, dalam rangka memberikan semangat dan motivasi kepada para pasien sekaligus pengunjung, pihaknya merangkul berbagai pihak untuk memberikan pencerahan dalam menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.

Dijelaskan, untuk kultum dilaksanakan melihat momennya, yang dilaksanakan pagi sebelum pelayanan. Misal saat bulan puasa, temanya terkait ibadah puasa dan amalannya.
Kemudian jika di hari biasa, temanya adalah motivasi untuk kesembuhan dan bersabar.
Selain itu juga diberikan pendampingan khusus kepada pasien yang sudah lama menjalani pengobatan berupa pendampingan dengan memberikan nasihat, doa dan motivasi kepada pasien di ruang perawatan, supaya sabar juga tawakal menghadapi cobaan.
“Jadi kita ada dua kerja sama, yaitu satu dengan Depag (Kementerian Agama-Red) dan satunya lagi dengan ulama. Kebetulan yang mengisi rutin setiap hari Senin ini, Kiai Nasikin merupakan pensiunan Depag, jadi sudah biasa memberikan tausiah kepada pasien, sekaligus memberikan pendampingan khusus kepada pasien,” ujar dr Saikhu, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/9/2023).
Dijelaskan, proses bimbingan rohani Islam pada pasien dilakukan dengan mengunjungi pasien ke ruangannya kemudian memberikan materi sesuai dengan kebutuhan pasien diantaranya berupa adab, keutamaan dzikir dan doa, serta ibadah dalam keadaan sakit, yang hakikat sakit serta hakikat pengobatan.
“Bimbingan Rohani Islam sangat penting dalam menumbuhkan motivasi kesembuhan pada pasien. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan pada diri pasien yang mengarah pada sikap positif seperti rajin beribadah, yakin akan adanya kesembuhan, menghindari faktor-faktor yang menyebabkan kondisi pasien semakin memburuk dan bersemangat menjalani pengobatan,” jelas dr Saikhu.
Sementara dalam tausiahnya KH Nasikin menyampaikan, setiap manusia pasti diberikan ujian oleh Allah Swt. Salah satunya sakit. Dalam realitas kehidupan, ada di antara orang yang Allah berikan ujian berupa sakit tidak dapat menerima ujian tersebut dengan rasa sabar dan lapang hati. Bahkan tidak jarang menimbulkan rasa marah, kesal, putus asa, dan kehilangan motivasi untuk sembuh.
Untuk itu, bila manusia mampu mengontrol semua nikmat yang diberikan Allah Swt kepada seluruh organ tubuhnya, maka manusia telah melatih dirinya menjadi hamba yang senantiasa mensyukuri nikmat-Nya.
“Kita harusnya merasa bersyukur saat diberi kesehatan. Karena kesehatan adalah harta yang paling berharga dan penting yang harus kita jaga dan rawat dengan baik. Ketika kita merasa sehat dan bugar, kita dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan produktif,” ujarnya.
Kiai Nasikin juga membeberkan, ada dua macam sakit, yaitu jasmani dan rohani. Perbedaan antara keduanya yaitu, sakit jasmani ada obatnya bahkan banyak, sedang sakit rohani aga sulit mendapatkan obatnya. Kemudian, sakit jasmani, si penderita bisa mengetahui dan merasakan. Akan tetapi, sakit rohani terkadang si penderita tidak menyadari dan merasakannya.
“Sakit rohani itu banyak juga macamnya, namun setidaknya hal atau perasaan yang keluar dari aturan dan norma agama itu merupakan ciri-ciri sakit rohani. Tidak senang melihat orang lain senang, dan senang melihat orang lain susah, dengki, dan lainnya, merupakan salah satu penyakit rohani,” bebernya.
Pada akhir penyampaiannya, Kiai Nasikin menegaskan bahwa kedua jenis sakit yaitu jasmani dan rohani tersebut, tentu ada obat penawarnya. Salah satu obat yang paling ampuh apabila dimulai dengan niat menjalaninya dengan benar, sesuai aturan/dosis, khusyu dan sabar serta penuh pengharapan.
“Oleh karena itu, RSUD dr H Soewondo Kendal ini, sebagai tempat untuk dirawatnya orang-orang sakit perlu memberikan pelayanan pengobatan, yakni pelayanan dari aspek fisik dan aspek rohani. Supaya pasien bisa mendapatkan kesembuhan fisik maupun rohaninya,” tandasnya.

Beberapa warga yang dijumpai merasa lebih semangat, ketika mendengarkan tausiah dari KH Nasikin. Bahkan dari mereka ada yang mengaku sengaja datang untuk memeriksakan kesehatannya di hari Senin, saat ada kultum di RSUD dr H Soewondo Kendal, supaya bisa mendengarkan tausiah dari sang kiai.
Salah seorang warga Brangsong yang rutin memeriksakan kesehatannya, Sobirin mengaku, dirinya rutin memeriksakan kesehatan di RSUD dr H Soewondo Kendal. Menurutnya, dengan adanya kegiatan kultum dari kiai maka membuatnya adem dan lebih semangat untuk periksa kesehatan.
“Saya rutin memeriksakan kesehatan di RSUD Kendal. Keluhan saya sesak di bagian dada. Alhamdulillah dengan adanya tausiah dari bapak Kiai Nasikin, Insya-Allah saya semakin semangat dan merasa bersyukur menjalani kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. (HS).