in

Beri Sosialisasi di Klaten, Mahasiswa KKN Unnes Paparkan Kerugian Negara Akibat Peredaran Rokok Ilegal

Mahasiswa KKN dari Unnes di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, berfoto bersama warga, setelah sosialisasi Gempur Rokok Illegal, baru-baru ini. (Foto : istimewa)

 

HALO SEMARANG – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan ditugaskan di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengadakan sosialisasi Gempur Rokok Illegal, baru-baru ini.

Hafidz Jembar Ginayuh, salah satu anggota KKN Unnes Giat 6 Desa Demakijo, yang dihadirkan sebagai narasumber, menjelaskan tujuan sosialisasi ini untuk menyadarkan kepada masyarakat, mengenai dampak buruk peredaran rokok ilegal, terutama bagi perekonomian negara.

“Maraknya penggunaan rokok ilegal berpotensi mengurangi pendapatan negara bidang cukai. Padahal rokok legal telah menyumbangkan dana APBN ke Negara lebih dari Rp 300 triliun,” ujar Hafidz Jembar.

Menurut dia, rokok illegal lebih berbahaya daripada rokok legal, karena ditengarai mengandung nikotin yang lebih banyak. Pengedarnya pun bisa dikenai sanksi pidana denda dan pidana penjara.

Maka dari itu, menurut dia, masyarakat perlu mengetahui bahwa membuat, mengedarkan, dan mengonsumsi rokok ilegal merupakan tindakan yang sangat salah dan merugikan banyak pihak.

Sementara itu dalam acara kegiatan tersebut, peserta sosialisasi nampak antusias mengikuti pemaparan materi dari para narasumber, juga saat sesi tanya jawab berhadiah.

Mereka cukup responsif mengikuti kegiatan ini. Sosialisasi ini dihadiri oleh Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah selaku mitra kerjasama dari kampus.

Selain itu juga dihadiri oleh Pusbang KKN Unnes, perwakilan 7RW dan 16 RT Desa Demakijo, beberapa perangkat daerah Desa Demakijo, serta mahasiswa KKN dari desa lain. (HS-08)

Rangkaian Panggung Budaya Rumah Kita Rampung, Warga Berharap Digelar Kembali Tahun Depan

Beri Pengarahan Gugus Tugas, Hendi: Masyarakat Jangan Tergiur dengan Politik Uang