HALO KENDAL – KONI Kabupaten Kendal menggelar Workshop Kesehatan Nutrisi, Doping dan Psikologi Olahraga, di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Sabtu-Minggu (3-4/8/2024). Workshop diikuti para atlet Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) KONI Kendal.
Kegiatan workshop dihadiri Wakil Ketua Umum 1 Bidang Organisasi, Joko Pranawa Adi, Wakil Ketua Umum 2 Bidang Binpres, Sunari Sofyan, Wakil Ketua Umum 3 Bidang Sarpras, Moh Arfani, Wakil Ketua Umum 4 Bidang Kesehatan, dr Turidin, Sekretaris Umum, S Wahyu Widayanto, serta para pengurus KONI Kendal.
Dalam sambutannya dr Turidin mengatakan, workshop digelar untuk memberikan pemahaman terkait nutrisi, doping, gizi dan psikologi olahraga untuk para atlet Puslatkab KONI Kendal.
“Panjenengan semua adalah 153 atlet dari 29 cabang olahraga. Jadi di KONI Kendal itu ada 52 cabang olahraga, yang aktif ada 50 cabang. Nah panjenengan adalah atlet dari 29 terpilih. Sehingga harapannya semua dapat mengikuti workshop dengan baik,” ujarnya.
Dokter Turidin juga menyampaikan, kegiatan Bidang Kesehatan tahun 2024, sebagai bidang baru di KONI Kendal, dimulai dengan pemberian nutrisi dan vitamin tanggal 31 Mei 2024 lalu.
“Kemudian tes atau pengecekan kesehatan para atlet yang terdiri dari tes EKG atau elektrokardiograf sebagai pemeriksaan awal untuk mengevaluasi fungsi jantung, dan tes V02 max untuk mengukur seberapa besar jantung dan paru-paru para atlet selama beraktivitas, melalui MFT atau multi stage fitnes test,” bebernya.
Sementara dalam pemaparanya terkait doping, dr Turidin menyampaikan definisinya dalam dunia olahraga. Yaitu sebagai pemakaian atau penggunaan obat dari suatu bahan asing bagi tubuh oleh seorang atlet dengan cara atau jalan apapun.
“Dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan sebelum atau pada waktu pertandingan, atau zat terlarang yang dikonsumsi oleh atlet untuk meningkatkan performa,” jelasnya.
Kemudian dia juga menyampaikan perubahan-perubahan yang harus dilakukan para atlet untuk menjaga kebugaran tubuhnya.
“Dimulai dengan perubahan program latihan, dan pola kegiatan rutin, membiasakan perubahan iklim dan lingkungan, perubahan dalam penyiapan makanan, perkenalan terhadap makanan baru dan asing serta kebiasaan makan,” bebernya.
“Selain itu harus menghindari godaan untuk memakan segala sesuatu yang terlihat enak, untuk mencegah risiko gangguan saluran pencernaan, atau makanan minuman kurang hygienis,” imbuh dr Turidin.
Sebagai penutup dirinya memberi pesan dan anjuran kepada para atlet untuk selalu menjaga pola makan. Yaitu menjaga frekuensi makan sering dengan volume kecil, atau makan sebelum rasa lapar datang, mengatur cara makan dengan makan pelan-pelan, minum air putih sebelum makan, dan makan makanan berserat tinggi sebelum makan, serta banyak makan buah segar.
“Nah bila panjenengan memiliki salah satu makanan favorit yang tinggi kalori, makanlah lebih sedikit. Dan yang penting adalah hindarilah makanan yang berlemak, juga yang mengandung alkohol,” pesannya.
Selain dr Turidin, workshop juga menghadirkan tiga narasumber lainnya, yaitu Endang Jumini SGz MSi yang menyampaikan terkait gizi, kemudian Muh Zuhri Spd CHt CI dan Abdul Wadud CHt CI menyampaikan terkait psikologi atlet.
Abdul Wadud seorang praktisi psikolog yang didatangkan dari Yogyakarta dalam pemaparannya menyampaikan, para atlet profesional memang perlu menjaga kemampuan dan keterampilan fisik.
Namun menurutnya, bisa juga kondisi mental turut memengaruhi performa atlet di lapangan. ‘’Untuk itu, psikolog dan pelatih olahraga dapat menggunakan ilmu psikologi untuk membantu para atlet, supaya bisa mencapai performa terbaik,” ujarnya.
Selain itu Abdul Wadud juga memberikan wawasan-wawasan mengenai teknik-teknik sederhana terkait cara untuk menghilangkan traumatik atau phobia pada atlet dalam proses latihan maupun pertandingan. (HS-06)