in

Berhasil Bangun Jalan Makadam di Desa Sambonganyar, TMMD di Blora Ditutup

Penutupan Tentara Manunggal Masuk Desa Sengkuyung Tahap III Kodim 0721/Blora di Desa Sambonganyar. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Masyarakat Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, kini dapat menikmati infrastruktur baru, berupa jalan makadam sepanjang 1.192 meter x lebar 2,5 meter di desanya.

Jalan tersebut sebelumnya dibangun oleh TNI bersama pihak terkait, dalam program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Kodim 0721/Blora.

Dalam laporan singkat upacara penutupan TMMD, Pasi Teritorial Kodim 0721/Blora Kapten Inf Lukman Hakim, mengatakan selain jalan juga dipasang pelat beton panjang 5 meter x lebar 1 meter x tinggi 1 meter dan dibangun drainase sepanjang 35 meter.

Adapun untuk sasaran non fisik, adalah berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan hukum dan Kamtibmas, penyuluhan narkoba, penyuluhan KB Kesehatan, penyuluhan pertanian, penyuluhan pelayanan publik dan kependudukan, penyuluhan penanggulangan bencana, penyuluhan Stunting serta penyuluhan Dikmas Laka.

Untuk diketahui, Program TNI Manunggal Membangun Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2023 Kodim 0721/Blora, resmi ditutup, dengan upacara di lapangan Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (19/10/2023).

Sebagai inspektur upacara Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Czi Yuli Hartanto, dan komandan upacara Danramil 01/Blora Kapten Inf Subeno.

Upacara penutupan dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Blora, Irfan Agustian Iswandaru mewakili Bupati Blora Arief Rohman;  Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora Siswanto; Wakapolres Blora Kompol Riwayat Sosiyanto; Kepala Dinas PMD Blora Yayuk Windrati; Wadan Yonif 410/Alugoro Kapten Inf Ariza Pradana Putra; Perwira Kodim Blora, Forkopimcam Ngawen, Ketua Persit KCK Cabang XLII Dim 0721.

Dalam upacara penutupan TMMD serentak se Jajaran Kodam IV/Diponegoro dengan tema “Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Semakin Kuat” ini, diawali dengan laporan singkat hasil pelaksanaan TMMD oleh Pasi Teritorial Kodim 0721/Blora Kapten Inf Lukman Hakim.

Acara kemudian dilanjutkan penandatanganan dan penyerahan naskah hasil kegiatan TMMD oleh Komandan Kodim 0721/Blora kepada Asisten I yang mewakili Bupati Blora.

Dandim Blora selaku Inspektur upacara, dalam kesempatan itu membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono.

Pangdam menyampaikan bahwa program TMMD adalah merupakan salah satu Program Bakti TNI guna mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat.

Secara umum TMMD ini adalah untuk membantu program pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur serta penanganan permasalahan sosial masyarakat di wilayah terpencil, terpelosok, dan kawasan perbatasan.

“TMMD Reguler Ke-118 dan Sengkuyung III tahun 2023 kali ini mengangkat tema Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Semakin Kuat. Tema ini mengandung makna bahwa TNI bersama dengan Pemerintah Daerah, Polri, dan masyarakat secara bersama-sama melaksanakan proses percepatan pembangunan fasilitas umum dan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Pangdam IV/Diponegoro dalam amanat yang dibacakan Dandim Blora, Letkol Czi Yuli Hartanto, seperti dirilis blorakab.go.id.

Menurut Pangdam, TMMD Reguler tahun ini diselenggarakan di beberapa Kabupaten di Jawa Tengah, antara lain Kabupaten Brebes, Purworejo, Kendal, dan Wonogiri.

Selain empat Kabupaten tersebut, seluruh Kodim di jajaran Kodam IV/Diponegoro juga menyelenggarakan TMMD Sengkuyung atau imbangan sebagai tekad Kodam IV/Diponegoro dalam membantu percepatan pembangunan di daerah secara menyeluruh.

“Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat, yang telah bekerja secara maksimal sehingga sasaran fisik TMMD yang berupa pembangunan dan perbaikan infrastruktur diantaranya pengecoran jalan, pembuatan gorong-gorong, pembangunan talud, jembatan, Pos Kamling, rehab Mushola dan gereja, dan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dapat diselesaikan tepat waktu,” lanjut Pangdam.

“Demikian amanat saya kali ini, akhirnya dengan mengucapkan “Alhamdulillahirabbil ‘alamin”, program TMMD Reguler Ke-118 dan Sengkuyung Tahap III TA 2023, saya nyatakan secara resmi ditutup,” kata dia. (HS-08)

Tak Hanya Batik, di Lasem Rembang Juga Ada Jajanan Kuno Yopia

Tinjau Lokasi Bendung Gerak Karangnongko, Menteri PUPR Singgung Kekeringan di Blora dan Bokonegoro