HALO SPORT – Lin Jarvis berharap proyek besar Yamaha bisa terealisasi pada musim ini.
Jarvis tak lagi menjabat sebagai manajer tim Yamaha mulai MotoGP 2025.
Mimpi Yamaha untuk bangkit kembali sebagai raksasa MotoGP masih menyala-nyala.
Satu keputusan besar telah dibuat oleh pabrikan Iwata, Jepang itu di mana mereka bakal mengembangkan perubahan mesin ke V4.
Rencananya, selama MotoGP 2025 bergulir, Yamaha akan terus mengupayakan pengembangan mesin baru.
Jarvis berharap proyek besar itu bisa secepatnya terealisasi.
Musim ini Yamaha punya dua tim, yakni skuad utama dan satelit.
Mereka berhasil menarik Pramac Racing dari Ducati.
Prmac Yamaha akan diperkuat Miguel Oliveira dan Jack Miller.
Sementara tim pabrikan masih diisi Fabio Quartararo dan Alex Rins.
Skuad garpu tala juga diperkuat Massimo Bartolini selaku direktur teknis yang notabene mantan insinyur Ducati.
Jarvis ingin kesinambungan antara semua orang-orang berpengalaman itu akan membawa Yamaha bangkit dari jurang keterpurukan di MotoGP.
’’Tahun ini kami mengambil keputusan besar. Kami meluncurkan proyek V4, mengintegrasikan tim Pramac dengan empat sepeda motor, dan merestrukturisasi organisasi internal kami,’’ ujar Jarvis seperti dikutip Crash.
Dia menyadari upaya Yamaha untuk mengejar Ducati versi sekarang masih sangat jauh.
Menurut Lin, timnya harus menemukan versi terbaik motor M1 mereka saat ini sebelum melangkah lebih maju setelah V4 selesai.
’’Kami melihat kecepatan perkembangan dan performa mereka terlalu jauh untuk dikejar. Selain Ducati, KTM dan Aprilia juga mengalami kemajuan pesat,’’ tegas pria asal Inggris ini.
Jarvis percaya dengan keberanian Yamaha pindah ke mesin V4 dan menerapkan budaya kerja metode Eropa nantinya bakal berbuah manis. (HS-06)