Bendungan Jragung Jadi Salah Satu Solusi Penanganan Banjir di Demak

Rapat koordinasi penanganan banjir Kabupaten Demak, di Gedung Grhadika Bina Praja, Rabu (17/2). (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO DEMAK – Pemerintah berupaya mengatasi masalah banjir di Kecamatan Sayung, termasuk dengan membangun Bendungan Jragung dan jalan tol laut Semarang – Demak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Singgih Setyono, mengatakan terdapat beragam penyebab banjir di Kabupaten Demak, termasuk di antaranya curah hujan tinggi dan pendangkalan sungai.

Pendangkalan sungai menyebabkan aliran sungai terhambat. Masalah tersebut masih ditambah dengan penurunan permukaan tanah (land subsidence).

“Sehingga menimbulkan hambatan aliran sungai, serta adanya penurunan permukaan tanah (land subsidence),” kata dia seperti dirilis Jatengprov.go.id, Jumat (19/2)

Dalam rapat koordinasi penanganan banjir, di Gedung Grhadika Bina Praja, Rabu (17/2), Pelaksana Harian (Plh) Bupati Demak, Djoko Sutanto menyampaikan perlu adanya tindak lanjut, terkait normalisasi sungai, untuk memberikan ruang aliran air, dengan rekomendasi dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Perbaikan jalan pantura juga perlu menjadi prioritas penanganan, karena akibat banjir dan hujan, lubang-lubang sudah bermunculan.

“Ayo kita kerjakan dari sekarang, dan jangan tanyakan kapan rampunge. Sing penting ana progres pelaksanaan penangananya,” tegasnya.

Ditambahkan, dalam rakor tersebut, telah disepakati adanya tindak lanjut penangangan banjir dan rob di Kecamatan Sayung. Tindak lanjut jangka pendek, adalah berupa penanganan kedaruratan banjir, meliputi pendirian posko, dapur umum, dan pemenuhan logistik bagi korban banjir.

Adapun tindak lanjut jangka menengah, adalah pembangunan tol laut Semarang-Demak, perbaikan drainase, dan normalisasi sungai. Tindak lanjut jangka panjang berupa pembangunan Bendungan Jragung untuk memperbesar tampungan air di bagian hulu.

Bendungan Jragung, merupakan bendungan kedua terbesar di bawah kewenangan BBWS Pemali Juana, setelah Bendungan Kedungombo. Seperti dirilis sda.pu.go.id beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa daya tampung Bendungan Kedungombo adalah sekitar 723 juta M3, adapun Bendungan Jragung 90 Juta M3.

Bendungan ini, menurut info yang dirilis Semarangkab.go.id, akan memanfaatkan daerah aliran sungai Jragung. Proyek ini akan menenggelamkan Dusun Kedung Glatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus.

Dusun Kedung Glatik cukup terpencil. Jarak dusun ini dengan pusat pelayanan Desa Candirejo, sekitar empat kilometer. Jalan menuju dusun tidak mulus. Apalagi musim hujan sulit dilalui kendaraan.

Bendungan Jragung, dibangun antara lain untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Demak dan Kota Semarang. Proyek ini menghabiskan anggaran Rp 2 triliun. Luasnya kurang lebih 624 hektare, dengan luas genangan mencapai 500 hektere.

Setda Kabupaten Semarang mengungkapkan, ada tiga desa yang terdampak proyek Bendungan Jragung. Yakni, Desa Candirejo, Desa Penawangan, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.