in

Bantu Korban Banjir di Pati, Mensos Datangi Daerah Terisolasi

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, mendatangi lokasi banjir di Kabupaten Pati, untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pati. (Foto : kemensos.go.id)

 

HALO PATI – Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini, turun langsung untuk menyalurkan bantuan dari Kementarian Sosial, kepada warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pati.

Kunjungan Risma tersebut juga untuk memastikan warga yang terdampak bencana memperoleh bantuan.

Adapun bantuan yang diberikan kementarian sosial, antara lain makanan siap saji sebanyak 2.000 paket, bumbu siap saji 468 paket, makanan anak 1.500 paket, selimut 300 lembar, kasur 300 lembar, sandang bayi 300 paket, sandang dewasa 300 paket, pembalut wanita 1.080 paket, genset portable 2 unit, dan perahu evakuasi 3 unit.

Risma mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan kepada korban banjir tersebut merupakan bentuk kepedulian negara terhadap rakyatnya.

“Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kami, bantuan yang diberikan meliputi logistik, makanan, kasur, perahu karet, dan lain sebagainya,” kata Risma, dalam siaran pers, yang dirilis kemensos.go.id, Sabtu (7/1/2023).

Dalam kunjungan kali ini, Risma mendatangi tiga lokasi yang dinilai paling parah. Masing-masing adalah Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero di Kecamatan Sukolilo; Desa Tondomulyo; dan Desa Karangrowo di Kecamatan Jakenan.

Sebelumnya, Risma telah menerima informasi, bahwa ada daerah yang terisolasi akibat banjir dan warganya belum mendapat bantuan.

“Kemarin, saya dapat kabar daerah Pati ini ada wilayah terisolasi yang belum mendapat bantuan, terus saya datang ke tempat ini,” kata Risma.

Menurutnya, tekadnya menjangkau daerah terisolasi didasarkan atas prinsip, bahwa semua warga terdampak bencana, berhak mendapatkan penanganan atau perlakuan yang sama.

“Saya selalu sampaikan (kepada jajaran), kita harus ada (bisa menjangkau) di titik-titik yang terjauh (yang tidak terjangkau), agar semua warga bisa mendapatkan hak mereka,” kata mantan Wali Kota Surabaya tersebut.

Setibanya di lokasi pertama di Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero di Kecamatan Sukolilo, Mensos dihadapkan pada genangan air setinggi paha orang dewasa.

Dia pun dengan sigap segera mengenakan sepasang sepatu boots dan life jacket, sebelum menaiki perahu karet yang telah disiapkan.

Mensos pun mengitari area pemukiman warga dan lahan persawahan seluas 600 hektare, yang berubah bak hamparan sungai luas.

Sambil berkeliling menggunakan perahu, Risma juga sesekali menyapa warga, yang masih bertahan di rumah masing-masing.

Kedalaman air di area ini diperkirakan mencapai lebih dari dua meter. Butuh waktu hampir 30 menit untuk perahu karet tiba di posko banjir Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero.

Hal serupa juga dilakukannya di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, yang kawasan rendamannya mencapai 150 hektare. Di lokasi ini, 276 rumah yang dihuni 308 keluarga atau 894 orang, ikut terdampak banjir.

Mensos pun menyambangi empat rumah warga terisolir di kawasan ini menggunakan perahu, sembari menyerahkan langsung bantuan kepada mereka dari atas perahu menjelang petang.

Membagikan mainan dan paket makanan kepada anak-anak juga tampaknya menjadi hal tak terpisahkan dari Mensos Risma. Hal ini dilakukannya tanpa terkecuali di ketiga lokasi yang dikunjunginya. Anak-anak pun berjejal, menginginkan pemberian langsung dari Mensos Risma.

Menurut Risma, Pati bukan daerah pertama yang diberi bantuan oleh Kemensos. Sejak daerah Pantai Utara (Pantura) Jawa dilanda banjir akhir tahun 2022 sampai awal tahun 2023, penanganan banjir telah dilakukan di beberapa kabupaten atau kota di Jawa Tengah.

“Kita sudah lakukan (penanganan banjir) di hampir semua kabupaten/kota di Jawa Tengah, seperti Kota Semarang, Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kudus, dan hari ini, Pati. Kita sudah bantu,” ucapnya.

Dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Pati, Kemensos mengirimkan bantuan logistik hingga sandang, genset portable dan perahu evakuasi.

Dia juga mengecek dapur umum di dua lokasi, yakni di Sentra “Margo Laras” di Pati dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati.

Ketua Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Pati Muhtadi menyatakan dengan mengerahkan 23 personel Tagana Pati, dapur umum dari kedua lokasi tersebut mampu memproduksi nasi bungkus sebanyak 2.900 setiap harinya untuk didistribusikan ke sejumlah titik banjir.

“Dapur umum di 2 titik, di Sentra dan di Dinsos, sudah 4 hari ini berjalan. Yang di Sentra memproduksi kurang lebih 400 bungkus, yang di Dinsos kurang lebih ada 2.500 bungkus per hari, untuk 3 kali makan,” katanya di sela-sela kunjungan Mensos.

Serahkan Santunan

Dalam kesempatan itu, Mensos juga menyerahkan santunan kepada ahli waris dari tiga korban meninggal dunia akibat bencana banjir di Kota Semarang, beberapa waktu lalu.

Santunan senilai Rp15 juta / korban jiwa itu, diberikan kepada Iin Sofiati ahli waris dari almarhumah Dinda Shefira Angelita asal Tegal; Puji Sugiharto ahli waris dari almarhum Muh Kavinabeel asal Jepara; dan Parniati ahli waris dari almarhum Sunaryo asal Ngawi. Saat kejadian ketiganya tengah berada di Kota Semarang.

Iin Sofiati (48), yang merupakan ibu sekaligus ahli waris dari almarhumah Dinda Shefira Angelita (19), mengatakan sangat terpukul atas kehilangan anaknya yang tengah mengenyam pendidikan di Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Anaknya meningggal akibat tersengat listrik, saat melintasi area banjir, tidak jauh dari indekosnya di Kota Semarang bersama temannya, yang juga meninggal di tempat yang sama, almarhum Muh Kavinabeel.

Atas perhatian Kemensos kepadanya, Iin mengucap syukur. “Sebenarnya, saya tidak berharap (santunan) ini, tapi karena ini bentuk perhatian dari Kemensos, apalagi diantar langsung oleh Ibu Menteri, saya Alhamdulillah sekali,” kata Iin usai menerima santunan di Sentra “Margo Laras” di Pati.

Sementara itu, Pj Bupati Henggar Budi Anggoro yang mendampingi Mensos Tri Rismaharini, menyampaikan untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi warga terdampak banjir, sudah didirkan dapur umum di beberapa tempat.

Lokasi dapur umum tersebut, seperti di kantor Dinsos P3AKB, kantor-kantor kecamatan dan juga di kantor-kantor désa.

“Di samping itu juga ada dapur umum dari masyarakat secara swadaya,”  kata dia, seperti dirilis patikab.go.id.

Hari ini, lanjut Henggar, pihaknya juga membawa beras kurang lebih 1 ton.

“Dan masih banyak yang tersedia di kabupaten yang nanti akan kita distribusikan. Prinsipnya kebutuhan logistik untuk keperluan dapur umum akan kita penuhi,”  kata dia. (HS-08)

Akhir Pekan, Jokowi Ajak Cucu ke Prambanan

Bupati Blora Minta Pembangunan Dimulai Lebih Awal