in

Banjir Surut, Warga di Batang Mulai Terserang Penyakit Kulit

Salah satu akses jalan di Kabupaten Batang tergenang air akibat curah hujan tinggi. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG  – Pasca dilanda banjir selama empat hari berturut-turut, warga Desa Klidang Lor dan Klidang Wetan di Kabupaten Batang mulai terserang infeksi kulit dan iritasi akibat kaki tergenang air kotor cukup lama.

Kepala Puskesmas Batang 2, Munawaroh mengatakan masalah kesehatan pada kaki itu, setidaknya dialami 20 warga di dua desa tersebut.

“Kami bagikan salep untuk mengurangi infeksi kepada 20 warga yang terindikasi kakinya mengalami gatal-gatal,” kata dia, saat membagikan salep di Desa Klidang Lor, Kabupaten Batang, Sabtu (17/1/2026).

Dari hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritas warga selain mengalami gatal-gatal, juga menderita diare akibat lingkungan yang tidak higienis.

“Kami lakukan pemeriksaan kepada warga yang terdampak langsung dari banjir yang melanda empat hari ini. Selain itu, pihaknya menyiapkan petugas yang disiagakan di posko kesehatan apabila dibutuhkan dalam penanganan terdampak banjir. Kami juga akan menambah stok obat khususnya untuk menangani warga dengan gejala gatal-gatal,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Petugas Puskesmas Batang 2 pun telah siaga di Balai Desa Klidang Lor dan Poliklinik Kesehatan Desa, untuk membantu pemeriksaan kesehatan bagi para warga terdampak banjir.

Salah satu warga, Ana yang terserang kutu air mengaku terbantu dengan pembagian obat salep untuk mengurangi gatal di kulit kaki.

Pasalnya, sudah empat hari rumahnya terendam air, hingga mengakibatkan terserang gatal akibat kutu air.

“Ini dapat salep langsung dipakai karena dari kemarin sudah gatal-gatal. Banjirnya dari kemarin hampir 1 meter, alhamdulillah sudah mulai surut,” ungkapnya.

Senada dengan Santi yang juga menerima obat salep menuturkan meski banjir saat ini mulai surut, namun air akan kembali datang dengan ketinggian hingga satu meter, mulai petang.

“Ya sekarang sudah mulai surut, tapi biasanya kalau habis Isya’ air tinggi lagi sampai masuk ke dalam rumah,” ujar dia.

Cuaca Ekstrem

Untuk diketahui, cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur Kabupaten Batang pada Jumat (16/1/2026) sore menyebabkan serangkaian bencana alam berupa tanah longsor dan banjir di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang mencatat sedikitnya 13 lokasi terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus sejak pukul 17.30 WIB memicu tanah menjadi labil serta meningkatkan debit air sungai hingga meluap ke permukiman warga.

“Curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan beberapa kejadian longsor dan banjir di wilayah Kabupaten Batang,” katanya di Kantor BPBD Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (17/1/2026).

BPBD mencatat empat kejadian tanah longsor yang terjadi di Desa Tombo, Kecamatan Bandar; Desa Reban, Kecamatan Reban; Desa Kecepak, Kecamatan Batang; serta Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado.

“Akibat longsor tersebut, total tujuh rumah warga terdampak, dengan rincian empat rumah di Desa Tombo dan masing-masing satu rumah di tiga lokasi lainnya. Selain longsor, banjir melanda sembilan wilayah lainnya, antara lain Kelurahan Karangasem Utara, Kasepuhan, Watesalit, Proyonanggan Tengah, serta Desa Klidang Lor, Denasri Kulon, Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, dan Kalisalak,” jelasnya.

Wilayah terdampak terparah berada di Kelurahan Karangasem Utara. Banjir merendam permukiman di tujuh RW dengan total 3.196 keluarga atau sekitar 12.784 jiwa. Kedalaman air di lokasi bervariasi antara 30 sentimeter hingga 120 sentimeter.

“Sebagian warga masih bertahan di rumah, namun ada empat warga, terdiri dari tiga orang dewasa dan satu balita, yang mengungsi sementara di Masjid Al Ikhlas RW 05,” terangnya.

Banjir juga terjadi di Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang, yang merendam dua RW dengan total sekitar 600 kepala keluarga atau 2.400 jiwa. Ketinggian air di wilayah tersebut dilaporkan mencapai 30 hingga 120 sentimeter.

Wawan menyebutkan, BPBD Batang bersama unsur terkait, seperti TNI, Polri, dan relawan, telah melakukan pemantauan dan penanganan awal di lokasi kejadian. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.

“Laporan ini masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan di lapangan,” kata dia.

Bagikan Bantuan

Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama unsur Polres dan Kodim 0736/Batang meninjau Karangasem Utara, untuk memastikan kondisi warga terdampak mendapatkan bantuan logistik.

Di tengah guyuran hujan lebat dan genangan air, Bupati Faiz menyambangi warga untuk menyalurkan bantuan logistik sembari mendengarkan aspirasi untuk melakukan langkah penanganan secara tepat.

Menurutnya, wilayah Kecamatan Batang memiliki sejumlah area yang rutin terdampak banjir, tiap kali puncak musim hujan tiba.

“Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kauman, Klidang Lor, Klidang Wetan, Karangasem Utara, Denasri Kulon, Kasepuhan, Kalipucang Wetan, yang terdampak banjir akibat hujan lebat,” katanya, usai meninjau banjir di Karangasem Utara, Kabupaten Batang, Sabtu (17/1/2026).

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemda membagi tiga prioritas yakni rumah terendam banjir dengan ketinggian Lebih dari 50 sentimeter, masuk ke rumah namun kurang dari 50 sentimeter dan akses menuju ke rumah yang terendam banjir.

Dari sisi keamanan, Kapolres Batang AKBP Veronica memastikan dengan menyiagakan personel di wilayah terdampak banjir.

Pihaknya telah menyiagakan posko kesehatan dari anggota Polres Batang secara berkeliling untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak banjir.

“Saat ini seluruh Polsek jajaran berstatus siaga, siap membantu mereka yang terdampak banjir. Kami imbau masyarakat menjaga kesehatan dan keselamatan, bila tidak terlalu mendesak bisa meminimalkan perjalanan karena arus lalulintas yang cenderung padat serta waspada penggunaan listrik saat banjir,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim 0736/Batang, Letkol Inf Andhika Baroto Chrishastantyo menambahkan, anggota telah melakukan antisipasi dengan normalisasi sungai, namun karena intensitas hujan tinggi, mengakibatkan volume air di sungai meningkat.

Terlebih saat ini kondisi air laut sedang pasang, sehingga menambah debit air, yang mengakibatkan terjadinya banjir.

“Dapur umum juga sedang disiapkan di Makodim untuk membantu dapur umum Polres Batang dan Dinsos yang telah ada,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Batang pun mendistribusikan nasi bungkus dan susu kemasan untuk santap malam, utamanya bagi mereka yang terdampak banjir. (HS-08)

 

 

Pemkab Pemalang Dirikan Dapur Umum Bantu Korban Banjir Kecamatan Ulujami

Pengembangan Pendidikan, Universitas Telogorejo Bakal Bangun Kampus di Klipang Semarang