in

Bangun Pasar Darurat Karanggede, Pemkab Boyolali Siapkan 110 Kios dan 640 Los

Bupati Boyolali, Agus Irawan memantau pembangunan pasar darurat Karanggede. Senin (17/11/2025). (Foto : boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali, Purnawan Raharjo menjelaskan pembangunan pasar darurat untuk pedagang Pasar Karanggede, saat sudah mencapai 40 persen dan ditargetkan selesai pada 16 Desember mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali, Purnawan Raharjo, ketika mendampingi Bupati Boyolali, Agus Irawan, meninjau pasar tersebut, Senin (17/11/2025).

“Masih ada waktu satu bulan, kita optimistis selesai. Sehingga pemanfaat pasar darurat ini akan digunakan para pedagang baik toko maupun kios,” kata dia, seperti dirilisn boyolali.go.id.

Lanjut dia, pasar darurat tersebut akan memiliki sebanyak 110 kios dan 640 los yang akan ditempati para pedagang.

Pasar darurat ini menempati sebuah lahan kas desa seluas 11.346 meter persegi di sebelah timur Pasar Karanggede.

Pembangunan pasar darurat untuk pedagang Pasar Karanggede sendiri dilaksanakan selama 100 hari kerja. Mulai 8 September hingga 16 Desember 2025, dan menelan anggaran sebesar Rp 3,1 miliar.

Seperti diketahui, setelah beberapa los Pasar Karanggede terbakar pada tahun 2024 yang lalu, Pemkab Boyolali berupaya untuk menyelesaikan pembangunan pasar darurat.

Pasar yang nantinya ditempati pedagang Pasar Karanggede selama pasar tradisional tersebut direvitalisasi, berlokasi di timur Pasar Karanggede.

Untuk melihat progres pembangunan pasar darurat, Bupati Boyolali, Agus Irawan melakukan monitoring langsung, belum lama ini.

“Sudah tertata bagus dan sudah sosialisasi kepada pedagang. Pedagang sementara dipindah kesini, setelah itu tahun depan kita bangun. Kita ingin Boyolali yang lebih baik lagi nanti akan kita kerjakan dengan baik,” ungkap orang nomor satu di Kota Susu ini.  (HS-08)

Lestarikan Budaya Lereng Merapi dan Merbabu, Para Pegiat Seni Boyolali Gelar Selo Gumregah

Perkuat Satu Data Klaten, Diskominfo Klaten Gelar Bimtek Penyusunan Data Geospasial dan Statistik Sektoral