in

Artlab Hysteria Tampilkan Mural “Ketahanan Komunitas dalam Menghadapi Dinamika Kota” untuk Penta Klabs V di Semarang

Platform Artlab Hysteria kembali tampil memukau dengan meluncurkan mural bertajuk "Ketahanan Komunitas dalam Menghadapi Dinamika Kota" yang akan berlangsung dari 2 hingga 31 Agustus 2025, di Kawasan Kota Lama, Semarang.

HALO SEMARANG – Platform Artlab Hysteria kembali tampil memukau dengan meluncurkan mural bertajuk “Ketahanan Komunitas dalam Menghadapi Dinamika Kota”. Mural ini menjadi penanda dibukanya agenda Penta Klabs V, yang akan berlangsung dari 2 hingga 31 Agustus 2025, di Kawasan Kota Lama, Semarang.

Tema mural ini diangkat berdasarkan pengalaman dan pengamatan para anggota Artlab, yang sebagian besar merupakan seniman rupa. Diharapkan, karya ini dapat menyuarakan suara komunitas melalui kombinasi warna dan ruang yang kuat. Direktur Kolektif Hysteria, Ahmad Khairudin (Adin), menyatakan, “Sebagai kolektif yang mengalami berbagai dinamika ekosistem kesenian di Kota Semarang, kami ingin menghadirkan karya yang merepresentasikan kondisi tersebut.”

Mural ini dikerjakan oleh sepuluh seniman lintas komunitas yang ingin menunjukkan bahwa karya seni bukan sekadar hiasan, tetapi simbol dari ketahanan akar rumput yang sering terlupakan dalam pembangunan kota. “Pembangunan kota tidak hanya terpusat pada birokrasi, tetapi juga melibatkan berbagai komunitas yang berperan penting,” lanjut Adin.

Lima dinding di sekitar gang buntu di Jalan Kepodang menjadi kanvas bagi seniman untuk mengekspresikan ide-ide mereka. Di antaranya adalah:

1. Rebahan Multitasking: Makhluk bertangan empat yang merepresentasikan produktivitas yang santai.
2. Aturen Awuren: Lukisan rumah reot yang menyindir ketimpangan sosial.
3. Batu Kreativitas: Alegori perjuangan seniman dalam berkarya.
4. Malaikat Kecil Kota Lama: Mewakili semangat positif bagi aktivis komunitas.
5. Animal Spirit: Menampilkan hewan-hewan tangguh yang melambangkan ketahanan komunitas.

Anita Dewi Astuti, Kepala Project Penta Klabs V, menjelaskan bahwa mural ini akan mewarnai Kota Lama sebagai laboratorium harapan masa depan. “Melalui mural, suara komunitas disuarakan, menjadikan Kota Lama tidak hanya panggung sejarah, tetapi juga tempat harapan,” kata Anita.

Acara ini telah dimulai sejak Februari 2025 melalui program satelit, dengan puncak acara di bulan Agustus. “Tahun ini istimewa karena menandai 20 tahun perjalanan Hysteria,” tambahnya.

Pembukaan acara akan ditandai dengan festival musik yang menampilkan band Efek Rumah Kaca (ERK) di Menara Syahbandar pada 2 Agustus 2025, bersama berbagai band lokal lainnya. Tidak hanya musik, Penta Klabs V juga akan menghadirkan teater, seni tradisi, pameran, dan aktivasi karya melibatkan sekitar 29 seniman se-Pulau Jawa.

Anita juga menyampaikan bahwa salah satu seniman mancanegara, Siti Gunong dari Malaysia, akan turut berpartisipasi dalam gelaran biennale ini. Pameran utama yang digarap oleh Artlab Hysteria akan menjadi refleksi perjalanan dua dekade Kolektif Hysteria dalam membangun ekosistem kreatif di Kota Semarang.

Dengan kolaborasi dan semangat komunitas, Penta Klabs V diharapkan dapat menjadi momentum bagi perkembangan seni dan budaya di Semarang.(HS)

Pemkab Rembang Usulkan Pembangunan Bendung Karet di Sungai Randugunting

Demi Ketahanan Pangan Rumah Tangga, Pemprov Jateng Galakkan Program Rabu Pon