in

APBD Jateng 2026 Fokus Ketahanan Pangan, Heri Londo Dorong Investasi Pertanian Lokal

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko. (Foto : Istimewa)

 

HALO SEMARANG – Arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Tengah Tahun 2026, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama, perlu diikuti dengan penguatan investasi pada sektor pertanian lokal secara lebih terstruktur.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menilai, penguatan ketahanan pangan, tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi.

Menurutnya, tantangan utama justru terletak pada bagaimana sektor pertanian lokal mampu memiliki daya tahan ekonomi dan nilai tambah yang berkelanjutan.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan pangan, tapi juga bagaimana petani dan sistem pertanian lokalnya punya kepastian usaha. Di sinilah investasi berperan penting,” kata Heri di Semarang.

Ia menjelaskan, alokasi APBD yang diarahkan pada ketahanan pangan seharusnya mampu mendorong masuknya investasi produktif.

Baik melalui dukungan infrastruktur pertanian, penguatan sarana pascapanen, hingga pengembangan rantai distribusi yang lebih efisien.

Heri juga menyoroti masih banyaknya wilayah pertanian di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar, namun belum terhubung dengan sistem pasar dan industri pengolahan secara optimal.

Akibatnya, nilai tambah hasil pertanian kerap dinikmati di luar daerah, sementara petani lokal tetap berada pada posisi yang lemah.

“Kalau investasi hanya berhenti di sektor hulu, petani akan terus berada pada pola lama. Yang dibutuhkan adalah investasi yang memperkuat keseluruhan ekosistem pertanian,” tegasnya.

Menurut Heri, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa kebijakan anggaran tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mendorong transformasi pertanian menuju sektor yang lebih modern, adaptif terhadap teknologi dan berorientasi pada pasar.

Ia juga menekankan pentingnya keberpihakan anggaran terhadap komoditas unggulan daerah.

Ilustrasi panen padi menggunakan alat mesin pertanian. (Sumber : kreasi AI)

 

Dengan pendekatan berbasis wilayah dan potensi lokal, investasi pertanian dinilai dapat menciptakan lapangan kerja, menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pertanian lokal harus dilihat sebagai fondasi ekonomi daerah, bukan sekadar sektor penyangga. APBD bisa menjadi instrumen untuk mengarahkan investasi ke sana,” katanya.

Dalam konteks ketahanan pangan nasional, Heri menilai Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan.

Namun, peran tersebut perlu diperkuat dengan kebijakan daerah yang konsisten dan terintegrasi.

“Ketahanan pangan akan kuat kalau petaninya kuat. Dan petani akan kuat kalau sistem pendukungnya berjalan,” kata Heri. (HS-08)

 

 

Bank Jateng Dorong Transparansi Lewat KKPD di Kendal

Heri Pudyatmoko Tekankan Peningkatan Kualitas SDM Guna Atasi Kesenjangan Sosial