HALO SEMARANG – Polsek Mranggen melakukan sidak ke gudang minyak Mega Makmur yang berada di Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada Selasa (14/2/2023) siang.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penimbunan Minyakita atau merk minyak subsidi dari pemerintah. Selain itu, pengecekan dilakukan juga karena mendapati adanya kelangkaan minyak goreng bersubsidi.
Hasil sidak Minyakita yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Mranggen, AKP Nasoir ini nyaris kosong. Menurut keterangan pemilik gudang, hal tersebut dikarenakan mulai jarangnya pengiriman Minykita sejak akhir bulan 2022 lalu
“Adanya penurunan kiriman stok dari perusahaan. Sudah dua bulan ini, stok Minyakita 1500 karton, yang biasanya 5000 karton untuk sekali datang,” ujar Kapolsek di lokasi.
Selain itu, dari gudang Mega Makmur, Minyakita dijual dengan harga Rp 152 ribu per karton. Menurutnya, harga jual itu sudah sesuai dengan yang ditetapkan atau dikeluarkan oleh pemerintah.
“Kalau diecer berarti sekitar Rp 12.600. Itu artinya harga jual dari gudang masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” jelasnya.
Di sisi lain, dirinya mengaku akan terus melakukan pengawasan terhadap penjualan harga Minyakita dari sales pasar. Hal tersebut karena pihaknya menduga adanya permainan harga di tingkat sales atau agen penjual Minyakita ke tingkat pedagang.
Sementara itu, pemilik Gudang Mega Makmur, Sumardi menjelaskan, memang akhir-akhir ini stok Minyakita menipis bahkan langka. Pasokan yang ia terima juga tak sebanyak seperti biasanya
“Sejak bulan Desember jarang ada kiriman stok (Minyakita). Ini kiriman terakhir dua pekan lalu, hari ini tinggal 30 karton,” paparnya
Selain menipisnya stok Minyakita keluaran PT Sinarmas, minyak goreng subsidi keluaran PT Bina Karya Prima (BKP) juga sudah dua bulan mengalami kelangkaan.
“Sebelum Desember, kita dapat kiriman sebulan empat kali, sebanyak 5000 karton untuk sekali kiriman. Saat ini dua bulan baru dikirim 1500 karton,” imbuhnya.(HS)