in

Antisipasi Musim Hujan, BPBD Sukoharjo Siapkan Strategi Penanggulangan Bencana

Sekda Sukoharjo, Widodo. (Foto : sukoharjokab.go.id)

 

HALO SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mendorong pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di semua wilayah.

Saat ini dari 167 desa atau kelurahan, baru 28 yang telah membentuk Desa Tangguh Bencana.

Hal itu disampaikan Sekda Sukoharjo, Widodo, dalam rapat koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2025, yang digelar  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, di Menara Wijaya lantai 9 Sukoharjo, Rabu (5/2/2025).

Rakor membahas strategi komprehensif penanggulangan bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di wilayah Sukoharjo.

“Kami mendorong pemanfaatan dana desa untuk program kebencanaan. Camat diminta aktif menghimbau kepala desa dan lurah untuk mempercepat pembentukan Destana di wilayahnya,” kata Sekda Widodo, seperti dirilis sukoharjokab.go.id.

Sementara itu mengutip Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sukoharjo tahun 2021, Sekda membeberkan enam potensi bencana yang perlu diantisipasi, yaitu banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, gempa bumi, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Pemkab Sukoharjo telah menerbitkan SK Bupati tentang Siaga Bencana, yang berlaku dari Oktober 2024 hingga Mei 2025 sebagai payung hukum penanganan bencana,” kata Widodo.

Dari sisi Pemkab Sukoharjo, Sekda Widodo menjelaskan bahwa pihak pemkab telah menyiapkan lima langkah strategis.

Masing-masing meliputi penerbitan SK Bupati, koordinasi lintas sektor, peningkatan koordinasi dengan stakeholder terkait, penyiagaan personel dan logistik, serta pembentukan klaster kebencanaan.

Dalam implementasinya, Pemkab Sukoharjo telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 62 Tahun 2021 yang mengatur mekanisme penanggulangan bencana secara sistematis mulai dari tahap pra bencana, saat bencana, hingga pasca bencana.

BPBD Kabupaten Sukoharjo mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk melakukan upaya mitigasi, dengan membersihkan saluran air, menanam tumbuhan berakar kuat, melakukan susur sungai, melapor jika ada tanggul bocor, serta memangkas pohon yang berpotensi membahayakan.

“Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” tutup Kepala BPBD, Ariyanto Mulyatmojo. (HS-08)

Pemkot Semarang Luncurkan Inovasi “Lapor Pengaduan Lampu PJU yang Padam”

Wabup Iwan Terima Kunjungan Kerja Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Bahas Penanggulangan Kemiskinan