HALO DEMAK – Warga Desa Wilalung bahu membahu mencegah banjir dari Sungai Jratun, menyusul hujan yang terus mengguyur wilayah Grobogan dan Demak.
Warga tak hanya berjaga di tepi sungai, melainkan juga menambah ketinggian tanggul secara darurat.
Upaya tersebut mereka lakukan, lantaran air sungai telah melimpas dan masuk permukiman warga dam persawahan.
“Kondisi desa Wilalung menghawatirkan akibat limpasan Sungai Jratun, yang merupakan kiriman air dari Bendungan Kletak Purwodadi. Kemungkinan besar wilayah Grobogan juga berintensitas tinggi hujanya,” kata Habib, warga desa Wilalung, Rabu (7/2/24), seperti dirilis demakkab.go.id.
“Seluruh warga, baik perempuan maupun laki laki, bekerja sama untuk membikin tembok tembok tanggul dan mengantisipasi banjir parah yang masuk di pemukiman,” lanjut A Habib.
Di informasikan sebelumnya banjir telah melanda wilayah kabupaten Demak di 4 kecamatan dan 13 desa terdampak sejak Senin malam. Banjir akibat tanggul jebol dan limpasan air sungai dari hulu.
Sementara itu banjir di Demak tak hanya terjadi di Wilalung, melainkan juga Desa Sidorejo Kecamatan Karangawen. Bencana banjir terjadi akibat dua tanggul jebol dan kiriman air dari Grobogan.
Mengetahui warganya terdampak, Bupati Demak, Eisti’anah pun menyalurkan bantuan.
Bantuan yang disalurkan tersebut berasal dari beberapa OPD di Kabupaten Demak, berupa beras, mie instan, telur dan selimut.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Demak Eisti’anah mengajak warga di pengungsian, untuk bersabar namun tetap siaga sebab kemungkinan banjir kiriman dari hulu bisa saja terjadi kembali.
“Kami masih terus berkoordinasi untuk penyelesaian masalah ini agar tidak terus menerus terjadi banjir karena banyaknya debit air yang dikirim dari atas. Kita yang ada di lokasi daerah bawah menerima dampaknya terjadi limpasan air begitu besar sehingga kedepannya biar kejadian ini tidak terjadi di waktu yang akan datang,” kata Eisti.
Terjunkan Personel
Menghadapi situasi bencana, Polres Demak mengerahkan puluhan personel untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir akibat luapan air dari Sungai Tuntang, di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak.
“Kami mendapatkan informasi dari anggota Polsek Kebonagung yang menyebutkan di Desa Pilangwetan terdampak banjir. Segera kita menggerakkan anggota untuk membantu proses evakuasi warga disana,” kata Kapolres Demak AKBP Muhammad Purbaya, belum lama, seperti dirilis tribratanews.demak.jateng.polri.go.id, Rabu (7/2/2024).
Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Demak dan sekitarnya, Senin (5/2) malam, membuat aliran sungai Tuntang meluap. Akibatnya, puluhan rumah di Desa Pilangwetan terendam banjir.
Bahkan intensitas hujan tinggi juga mengakibatkan banjir di sebagian besar wilayah Kabupaten Grobogan.
“Kondisi geografis Kabupaten Demak yang berada di wilayah hilir mengakibatkan Demak menjadi daerah rawan bencana seperti banjir. Oleh karena itu seluruh personel Polres Demak harus siap siaga ketika musim hujan datang,” ungkapnya.
Dikatakannya, ketinggian banjir di Desa Pilangwetan mencapai 50 sentimeter. Dalam upaya evakuasi tersebut terdapat 25 orang di bawa ke tempat yang aman. Namun, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing.
“Bagi warga Demak yang membutuhkan evakuasi bisa melapor ke Polsek terdekat sehingga petugas dari Kepolisian maupun instansi terkait dapat segera merapat ke tempat terjadinya bencana,” kata dia. (HS-08)