
HALO SEMARANG – Pasca-Lebaran tahun 2021 ini terjadi peningkatan kasus angka penderita Covid-19 di Kota Semarang. Hal ini membuat para relawan yang bertugas memakamkan jenazah Covid-19 sibuk kembali.
Pasalnya sebelum Lebaran, angka penderita Covid-19 tak melonjak seperti pasca-Lebaran tahun ini. Hal itu juga berkaitan dengan penurunan angka kematian pada orang yang terpapar Covid-19.
Namun, baru awal bulan ini saja, para relawan tersebut mengaku sudah memakamkan sebanyak sembilan jenazah pasien yang terpapar Covid-19.
“Ya semoga saja pasien sembuh semua lantaran informasi yang kami terima jumlah pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Semarang membludak. Rumah Dinas yang jadi tempat isolasi pasien juga penuh,” kata Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19 Kota Semarang, Lucky CL belum lama ini.
Dia menyebut, kenaikan kasus Covid-19 pasca-Lebaran kemarin memang sempat tinggi dan kembali menyibukkan para relawan pemakam pasien Covid-19.
“Awal bulan Ramadan tahun ini hingga kemarin dua minggu selepas Lebaran jarang sekali kasus kematian pasien covid-19, sehingga kami tak ada tugas pemakaman,” ujarnya.
Dia mengaku, lonjakan kasus Covid-19 gelombang pertama yang terjadi beberapa bulan lalu sempat membuatnya kewalahan. Sampai dia pernah memakamkan tiga jenazah pasien Covid-19 dalam semalam.
“Mau gak mau harus siap dipanggil kapan saja. Bahkan kami harus tidur di kuburan,” bebernya.
Dia berharap lonjakan angka kematian pada gelombang kedua pandemi Covid-19 tahun ini tak lagi meningkat. Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk lebih taat protokol kesehatan (prokes).
Dia juga mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 di gelombang kedua ini atau pasca-Lebaran menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih tertib prokes.
“Ratusan mayat pasien Covid-19 sudah kami makamkan, kami harap tugas sebagai juru makam pasien Covid-19 tak dibutuhkan lagi,” bebernya.
Sementara itu, relawan pemakaman Covid-19 lainya, Pelo menjelaskan, tak hanya meningkatnya jumlah pemakaman pasien Covid-19, permintaan penyemprotan disinfektan juga meningkat.
Masyarakat beberapa minggu terakhir ini seringkali meminta para relawan untuk menyemprot disinfektan di wilayah permukiman atau perkantoran, sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.
“Ya karena kasus mulai tinggi masyarakat jadi lebih waspada kembali,” imbuhnya.(HS)