in

Anggaran Perawatan Taman Kota Semarang Dinilai Masih Kurang

Suasana Taman Piere Tendean atau taman Signature di Jalan Kapten Piere Tendean, Kota Semarang, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Semarang yang saat ini sekitar 200 taman dinilai belum diimbangi dengan ketersediaan anggaran perawatannya.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Yudi Wibowo, bahwa anggaran perawatan taman pada APBD 2024 sebesar Rp 6 miliar dinilai belum mencukupi. Sebab, untuk perawatan sekitar 200 taman yang ada memang membutuhkan anggaran yang cukup tinggi. Terlebih, saat ini juga sudah memasuki musim kemarau.

“Anggaran perawatannya kurang. Kita siram-siram di Simpanglima saja kalau musim kering sehari bisa capai lima truk,” ungkapnya, Rabu (22/5/2024).

Dari sekitar 200 taman tersebut, kata Yudi, tetap dilakukan perawatan rutin. Namun diakuinya, tidak semua taman dilakukan perawatan maksimal.

Dikatakan Yudi, memang idealnya, anggaran perawatan taman untuk merawat semua taman milik Pemerintah Kota Semarang mencapai Rp 18 miliar. Sebab cukup banyak perawatan yang dilakukan, di antaranya yakni penyulaman, atau penggantian tanaman yang mati dan penyiraman rutin.

“Tidak bisa beli bibit tanaman sekali. Butuh waktu lama. Itu baru penyulaman,” ujarnya.

Tak hanya penyulaman, anggaran perawatan juga digunakan untuk pengecatan area taman, pemeliharaan air mancur, pengamanan, dan penyiraman. “Seperti di Taman Kasmaran, perlu cat bangunan-bangunan. Kami ganti tanaman, paving juga harus dikondisikan,” paparnya.

Yudi menambahkan, pihaknya akan berkomunikasi dengan DPRD Kota Semarang untuk menambah anggaran perawatan taman. Di sisi lain, dia juga mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan dan ikut merawat taman-taman yang sudah dibangun Pemkot Semarang. Setidaknya, taman yang berada di lingkungan perumahan bisa dirawat agar tidak kering. Jika taman menjadi asri dan indah, masyarakat juga yang menikmati.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta taman-taman kota dirawat dengan baik, dan masyarakat ikut merawatnya. Dengan perawatan yang baik, diharapkan taman bisa digunakan masyarakat. “Kalau taman dirawat dengan maksimal, tentunya peningkatan atau pembangunan taman serupa akan lebih banyak lagi guna membantu pembangunan taman di Kota Semarang,” tandasnya.(HS)

Jadi Fokus Perhatian, Pemkab Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting 2024

Jumlah Kebutuhan Petani Meningkat, Alokasi Pupuk Bersubsidi Ditambah Jadi 9,55 Juta Ton