in

Alami Sakit, 182 Orang Jadi Calon Peserta Safari Wukuf

Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, dokter Budi Sylvana MARS, mengunjungi pasien di ruang perawatan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Rabu (6/7/2022). (Foto : sehatnegeriku.kemkes.go.id)

 

HALO SEMARANG – Mendekati pelaksanaan wukuf di Arafah, Jumat 9 Dzulhijjah, Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, mencatat dari 100.051 jemaah haji Indonesia, tidak semuanya dapat melaksanakan wukuf secara mandiri karena sakit.

Berdasarkan data hingga Rabu (6/7/2022), sebanyak 182 jemaah haji menjadi calon peserta safari wukuf.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, 182 orang tersebut, sebanyak 113 calon peserta safari wukuf berada di kloter. Sementara calon jemaah safari wukuf yang saat ini masih menjalani perawatan di KKHI, sampai hari ini sejumlah 69 orang.

Para calon peserta safari wukuf, Rabu (6/7/2022), dibawa ke KKHI untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Siapa yang akan disafariwukufkan, tergantung hasil penilaian tim pemeriksa,” kata Kunta, seperti dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Dari data 182 jemaah menjadi calon peserta safari wukuf, sebanyak 162 orang merupakan calon peserta safari wukuh dengan posisi duduk dan 20 lainnya dengan posisi berbaring.

Sebanyak 10 bus sudah disiapkan dengan komposisi 6 bus disiapkan untuk peserta posisi duduk dan 4 bus untuk peserta posisi baring.

Sekjen Kunta memastikan bahwa jemaah yang akan disafari wukufkan betul betul sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, sesuai Surat Keputusan Kepala Pusat Kesehatan Haji No. HK.02.07/1/1988/2017Tanggal 27 Agustus 2017.

“Yang pasti nanti yang disafari wukufkan dalam kondisi sakit, namun transportable” tambah Kunta.

Safari Wukuf merupakan upaya KKHI untuk mewukufkan jamaah haji yang sakit ke Arafah, dengan mempertimbangkan keselamatan jemaah haji.

“Evaluasi kondisi kesehataan pasien akan dilakukan sampai H-1,” jelas Sekjen Kunta.

Menyatakan Siap

Salah satu calon haji asal Deliserdang yang sedang dirawat di KKHI, Elida binti Muchtar Surya, menyatakan siap disafariwukufkan.

Hal ini dia sampaikan ketika menerima kunjungan Kepala Pusat Kesehatan Haji dokter Budi Sylvana MARS, di Ruang perawatan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Rabu (6/7)

Elida merupakan pasien pertama yang disapa dokter Budi, setibanya di ruang rawat inap lantai PR KKHI Makkah

“Ibu Elida sudah siap berangkat ke Arafah ?,” tanya dokter Budi, sambil menggenggam tangan Elida

Dengan semangat sambil mengepalkan tangan Elida berkata. “Siap Insya Allah,” katanya.

Elida jamaah asal Deliserdang ini mengaku tidak masalah, yang penting berada di Arafah saat waktu wukuf. Elida bersyukur, sudah lebih baik kondisinya setelah dirawat di KKHI Makkah.

Selain Elida, dokter Budi juga menyapa hampir semua pasien yang sedang di rawat. Dia meminta mereka agar tetap semangat untuk sembuh dan beribadah.

“Assalamualaikum bapak ibu haji, bagaimana sudah siap wukuf ?” tanya Budi kepada seluruh jamaah.

Tuti Aditama, perawat di KKHI Makkah mengatakan, Elida mengidap menderita  diabetes melitus, hipertensi, dyspepsia, dan belum lama ini menjalani operasi untuk mengangkat kanker payudara. Sebelumnya, Elida sadarkan diri sampai tiga hari dan dirawat di fasilitas kesehatan tersebut.

“Tiga hari tidak sadarkan diri. Selama dua hari beliau gelisah, saat itu gula darahnya rendah sampai 56 mg/dl,” katanya.

Namun, setelah beberapa hari dirawat di KKHI kondisinya membaik dan kesehatan stabil. Kurang lebih 10 hari Elida dirawat dan sudah menunjukan perbaikan.

Pada kesempatan ini juga Elida menyampaikan apresiasinya kepada dokter dan perawat yang sudah memberikan pelayanan terbaiknya. Dia berdoa agar petugas kesehatan selalu diberikan kesehatan selama melayani jamaah haji yang dirawat di KKHI. (HS-08)

Kembangkan Pura Mangkunegaran, Bhre Cakarahutomo Wira Sudjiwo Temui Ganjar Pranowo

Tarian Gugur Gunung oleh 14 Ribu Penari dalam Perayaan HUT Bhayangkara Pecahkan Rekor Dunia