HALO KENDAL — Aksi tawuran dua kelompok yang terjadi di Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, pada Minggu (19/4/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB sempat menggegerkan warga setempat.
Video aksi tawuran yang berdurasi sekitar 36 detik dan 38 detik sempat beredar luas di media sosial dan menjadi viral. Dalam rekaman tersebut terlihat dua kelompok saling serang menggunakan senjata tajam dan kayu di Jalan Dewi Shinta, Kelurahan Ngilir, bahkan hingga memasuki area permukiman warga.
Akibat kejadian itu, satu orang warga dilaporkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar menjelaskan, tawuran yang terjadi tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Selain itu, beberapa warga dilaporkan mengalami luka akibat terkena lemparan benda keras.
“Rumah warga rusak dan beberapa penduduk terluka terkena lemparan batu dan benda tajam,” jelas Kapolres didampingi Kasi Humas Polres Kendal IPTU Deni Herawan di Mapolres Kendal, Senin (20/4/2026).
Kapolres mengungkapkan, Polisi saat ini telah mendatangi para korban untuk melakukan pendataan serta meminta keterangan guna mengungkap kronologi kejadian secara utuh. Proses identifikasi juga terus dilakukan untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam tawuran tersebut.
“Saat ini kami tengah melakukan identifikasi dan tindak lanjut penyelidikan. Kami juga mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk mempercepat pengungkapan kasus ini,” ungkapnya.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat kepolisian apabila menemukan potensi kerawanan tawuran atau konflik di lingkungan masing-masing.
“Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang. Kami berharap masyarakat tidak ragu melapor. Sinergi antara warga dan kepolisian menjadi kunci dalam menjaga keamanan lingkungan,” tandasnya
Kapolres juga menyarankan warga memanfaatkan layanan kepolisian, seperti call center 110 atau menghubungi kantor polisi terdekat jika membutuhkan bantuan cepat.
Sementara itu, para korban yang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit kini telah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah kondisi mereka membaik.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polres Kendal akan terus meningkatkan patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama pada akhir pekan dan malam hari yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan.
“Kami akan terus mengintensifkan patroli, khususnya pada jam-jam rawan. Evaluasi pola pengamanan juga dilakukan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” imbuh Kapolres.
Selain itu, evaluasi terhadap pola patroli juga akan dilakukan agar langkah pencegahan dapat lebih efektif di lapangan.
Dalam peristiwa tersebut, warga sempat mengamankan satu orang terduga pelaku tawuran. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan tidak terbukti terlibat dalam aksi perusakan maupun penganiayaan.
Polisi juga masih mendalami penyebab utama bentrokan antar kelompok tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor pertemuan di jalan, pengaruh minuman keras, hingga kemungkinan adanya provokasi melalui media sosial.
“Penyebab pastinya masih kami dalami. Namun ada indikasi dipicu pertemuan di jalan, pengaruh minuman keras, atau bahkan tantangan melalui media sosial,” pungkas Kapolres.(HS)


