in

Adhitia Armitrianto Terpilih Sebagai Ketua Dewan Kesenian Semarang

HALO SEMARANG – Adhitia Armitrianto terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Semarang (Dekase) periode 2021-2025. Ia menggantikan ketua sebelumnya, Handry TM. Adhit, sapaan akrabnya dinyatakan layak memimpin Dekase 4 tahun ke depan oleh ketua sidang Musyawarah Daerah (Musda) Dekase 2017-2021 yang digelar di Gedung Balai Kota Semarang, Sabtu (29/1/2022) petang.

“Saya dicalonkan oleh rekan-rekan seniman, tentu saja mereka yang akan membantu saya dalam menjalankan program 4 tahun ke depan,” kata Adhit kepada wartawan di Kantor Dekase, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Sabtu (29/1/2022) malam.

Pria yang berkecimpung dalam dunia kesenian khususnya seni teater sejak masa kuliah itu menyebut, pemetaan potensi seniman dan kelompok kesenian di Kota Semarang menjadi program utama.

Penentuan langkah perdana itu, menurutnya menjadi tantangan awal yang harus dilalui bersama para seniman dalam menjalankan program kerja Dekase sebagaimana mestinya.

“Mapping menjadi satu di antara program utama, artinya kami harus bekerja lebih awal melakukan pendataan yang sudah dari dulu diutarakan tapi tidak terlaksana,” ujarnya.

Ia menyatakan pemetaan dan pendataan menjadi dasar menentukan program kerja khusus untuk memajukan segala hal yang berkait erat dengan dunia kesenian.

Termasuk di dalamnya ia juga menyinggung semarak seniman muda Kota Semarang yang tengah tumbuh dengan spesialisasi dan kreativitas masing-masing.

“Seniman muda sangat potensial menurut saya. Teman-teman muda ini tumbuh bak jamur di musim hujan, luar biasa,” tutur Adhit.

Potensi yang dimiliki para seniman muda dianggapnya telah memprovokasi ruang-ruang publik untuk memberi apresiasi dalam melahirkan karya.

“Apresiasi dari ruang kesenian mulai tumbuh, seperti kafe-kafe sudah memberikan kesempatan para seniman untuk pameran dan pentas. Kemudian ruang yang khusus juga harus membuka kesempatan itu,” imbuh Adhit.

Penulis cerpen berjudul “Magi” itu pun menyebut suntikkan positif itu dapat menimbulkan denyut nadi para seniman lebih kencang menjadi mercusuar yang berkelana nasional bahkan internasional.

“Semangat anak-anak muda berjejaring-nya luar biasa, tidak hanya di Kota Semarang tapi juga sampai internasional. Dari situlah, saya kira kreativitas dapat tumbuh dan terus berkembang,” katanya.

Meskipun begitu, baginya gebrakan pertama tersebut juga akan berimbas pada kesejahteraan para seniman. Ia menerangkan pembentukan program kerja selain mengacu AD/ART yang telah disepakati dalam sidang Musda juga tidak dapat lepas dari campur tangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.

“Tapi pada dasarnya di AD/ART kalau tidak salah menyebutkan salah satu tugas meningkatkan kesejahteraan para seniman, itu amanat bagaimana kami berpikir untuk itu,” ucap Adhit.

Lebih jauh, selain menjadi mercusuar, ia menyebut kesenian di Kota Semarang harus dapat membumi di berbagai kalangan masyarakat dengan perhatian dari pemerintah.

Selain itu, jurnalis di salah satu surat kabar di Jawa Tengah ini berharap, Dekase dapat mengadaptasi langkah Dewan Kesenian Jakarta yang membuka program karya seniman untuk skala nasional.

“Jadi tidak berpikir program di Kota Semarang saja tapi minimal misalnya tingkat Jawa Tengah yang dapat dilakukan berjejaring dengan dewan kesenian daerah lain atau saling tukar program,” paparnya.(HS)

Sebanyak 2.073 Pegawai KAI Daop 4 Semarang Divaksin Dosis Ketiga

Berpedoman Permenkes Terbaru, Gedung Puskesmas Jambu Kulon Klaten Disebut Berstandar Nasional