in

Ada Proyek Penggantian Jembatan Kalibanger, Ini Skenario Rekayasa Lalu Lintas dari Dishub Kota Semarang

Dinas Perhubungan Kota Semarang menerapkan skenario rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi proyek penggantian Jembatan Kalibanger.

HALO SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melakukan pengaturan atau rekayasa arus lalu lintas di sekitar lokasi pengerjaan proyek penggantian Jembatan Kalibanger di ruas Jalan Raden Patah, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur. Langkah skenario mitigasi rekayasa lalu lintas yang dilakukan Dishub guna mengantisipasi kepadatan kendaraan yang ada di ruas jalan sekitar proyek tersebut.

“Sesuai skenario mitigasi yang dilakukan Dishub adalah membuat dua arah sepanjang 200 meter untuk jalur selatan, dengan memasang sejumlah rambu-rambu pengalihan arus lalu lintas dari arah Timur maupun Barat. Agar tidak mengganggu pengerjaan proyek penggantian Jembatan Kalibanger yang masih berlangsung,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P Martanto, saat dihubungi, Senin (5/9/2022).

Dishub juga mengimbau masyarakat agar kendaraan berat sementara untuk mengambil jalur alternatif. “Sehingga arus lalu lintas yang hanya melintas di ruas jalan tersebut tidak terlalu membebani Jalan Kaligawe atau tepat di lokasi proyek,” imbuhnya.

Pengaturan lalu lintas, mulai diterapkan di ujung ruas Jalan Pengapon, menuju Jalan Raden Patah atau tidak jauh dengan lokasi proyek perbaikan jembatan.

Terkait di jam-jam sibuk seperti jam sekolah dan masuk pulang kerja, Dishub akan berkoordinasi ke pihak kontraktor atau pelaksana proyek untuk ditempatkan petugas proyek membantu pengaturan lalu lintas pada jam sekolah dan pemasangan rambu portabel/MMT imbauan atau tanda peringatan ke pengendara yang melintas. “Tanggung jawab proyek untuk membantu pengaturan saat jam-jam rawan macet,” papar Endro.

Dijelaskan Endro, sesuai jadwal proyek jembatan akan selesai pada Januari 2023 mendatang. Namun dari pihak kontraktor akan menargetkan sebelum Natal dan Tahun baru sudah bisa selesai.

Salah satu pengendara, Eka mengatakan kaget dengan adanya rekayasa lalu lintas tersebut. “Saya belum mengetahui kalau dibuat dua jalur seperti sekarang, jadi sempat bingung soalnya saat saya lewat sebelumnya masih belum ditutup jembatannya. Sedikit terganggu sih karena jalan agak tersendat karena badan jalan menjadi menyempit, tapi tidak terlalu parah. Kalau dari masyarakat berharap pengerjaan proyek cepat selesai dan bisa dimanfaatkan segera oleh masyarakat, serta nantinya jembatan menjadi lebih bagus dan kokoh. Kan demi keamanan pengendara yang melintas di ruas jalan ini juga,” pungkasnya.(HS)

Antisipasi Inflasi Dampak Kenaikan BBM, Ganjar Kerahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah Input Data Realtime

Ganjar Siap Sampaikan Aspirasi Rakyat Soal Kenaikan BBM