HALO BANJARNEGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Banjarnegara, menggelar pelatihan dan simulasi evakuasi mandiri, untuk warga di Dusun Margasari, Desa Kalibombong, Kecamatan Kalibening, baru-baru ini.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso menyampaikan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya kesiapsiagaan, untuk meminimalisasi risiko ketika terjadi bencana, karena di kawasan itu terdapat potensi pergerakan tanah.
“Dengan diadakannya simulasi evakuasi mandiri ini, masyarakat menjadi tahu harus apa dan bagaimana jika suatu saat terjadi bencana,” kata dia, seperti dirilis banjarnegarakab.go.id.
Dia mengatakan beberapa hari yang lalu, di lokasi simulasi ini, pihaknya mengetahui adanya potensi pergerakan tanah yang berasal dari tebing, berjarak 200 meter dari rumah-rumah warga.
BPBD juga telah memasang sistem peringatan diri atau Early Warning System (EWS) untuk memperingatkan warga agar mengevakuasi diri, ketika pergerakan tanah terjadi.
Aji pun berpesan kepada warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan ketika air berubah menjadi keruh sebagai salah satu penanda terjadinya tanah bergerak.
Selain itu warga diimbau untuk tidak panik ketika sirene EWS berbunyi.
“Masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi tanda-tanda tersebut,” katanya.
Salah seorang warga, Satiyem menceritakan, saat sirene EWS berbunyi, dia dan keluarga ketakutan dan sangat panik. Barang-barang penting sudah dikemasi untuk diselamatkan.
Meski merasa was-was namun ia mengaku terbantu dengan adanya simulasi evakuasi mandiri.
“Alhamdulillah dan terima kasih dengan kegiatan simulasi ini saya dan warga lain jadi tahu harus bagaimana jika ada bencana,” ujarnya. (HS-08)


