HALO KENDAL – Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023, SMP Kanisius Budi Murni Weleri mempersembahkan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan kegiatan khas Kurikulum Merdeka yang sudah 2 tahun ini berjalan.
Tema Gelar Karya P5 SMP Kanisius Budi Murni Weleri kali ini yaitu kearifan lokal yang fokus pada “Apresiasi Tembang Dolanan”.
Menurut salah satu guru, Petrus Suranta, acara Gelar Karya P5 kali ini bertujuan untuk mengajak semua untuk melestarikan budaya Nusantara.
“Kita harus bangga mempunyai budaya yang dewasa ini sudah dikenal secara Internasional. Jangan sampai budaya tanah air kita ini luntur oleh zaman. Karena budaya merupakan identitas kita,” ujarnya.
Acara yang digelar dari pagi hingga siang, disaksikan orang tua siswa kelas VII dan VIII, beserta para tokoh pemerhati sekolah, perwakilan SD sekitar dan pengawas sekolah, serta pembina sekolah penggerak.
“Penampilan-penampilan seni tidak hanya memperkaya pengetahuan kita tentang seni tradisional, tetapi juga memperkenalkan budaya asli Indonesia kepada dunia. Yaitu apresiasi terhadap Tembang Dolanan, yang diekspresikan dalam harmonisasi iringan gamelan, tembang dan tarian,” beber Suranta.
Dijelaskan, Tembang Dolanan merupakan salah satu bentuk seni tradisional Indonesia yang banyak dikenal oleh masyarakat, terutama di
Jawa.
“Tembang dolanan juga merupakan salah satu bagian penting dari kebudayaan kita yang perlu dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Karena di dalam tembang tembang dolanan tersebut terkandung nilai-nilai luhur yang dapat menjadi penuntun hidup kita menuju kepada kasampurnaning urip (kesempurnaan hidup),” jelas Suranta.
“Sekalipun terkesan sebagai candaan atau hanya untuk mengiring permainan, namun Tembang Dolanan sesungguhnya sarat akan nilai luhur nenek moyang yang masih relevan untuk dapat kita gunakan sebagai teladan hidup khususnya pada siswa,” imbuhnya.
Sementara, Sutradara Gelar Karya, Hengki Parahate mengaku memilih beberapa tembang dolanan, seperti Lela Ledhung, Cublak-cublak Suweng, Menthok-Menthok, Gugur Gunung dan Serayu. Semua dikemas dalam aransemen gamelan yang dipadu dengan tembang dan tarian.
Siswa dan siswi tampak sangat piawai dalam memerankan perannya masing-masing. Selama dua bulan mereka berlatih bersama nara sumber Mbah Amin dan Mas Bagus yang sudah berpengalaman secara Internasional.
“Tembang-tembang dolanan tersebut banyak mengandung nilai-nilai yang patut kita ajarkan kepada siswa. Misal, tembang Lela Ledhung itu mengandung nilai-nilai religiusitas, kesabaran, kasih sayang dan kebijaksanaan. Tembang Cublak-Cublak Suweng, juga mengandung pesan bahwa demi mencukupi kebutuhan hidup orang harus berjuang namun tidak boleh menuruti hawa nafsu, dan lain sebagainya,” papar Hengki.
Menurutnya, Gelar Karya P5 SMP Kanisius Budi Murni Weleri juga bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah sekitar, yang tahun ini mulai menerapkan kurikulum merdeka.
“Secara keseluruhan penampilan Gelar Karya sudah bagus. Karena secara keseluruhan kegiatan dari proses latihan, penjiwaan dan pelaksanaan terkandung makna yang dapat membangun karakter siswa sesuai dengan P5,” ujar Hengki.(HS)