in

Cetak Santri Berwawasan Luas, SMP Islam Tahfidzul Quran Kendal Dibangun Secara Swadaya

SMP Islam Tahfidzul Quran An-Nur Kendal, di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, yang sedang dalam tahap pembangunan, Minggu (19/3/2023).

HALO KENDAL – Dibangun dari hasil swadaya masyarakat, SMP Islam Tahfidzul Quran An-Nur Kendal, di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal dalam pengembangannya membutuhkan perhatian pemerintah dan donatur.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Yayasan An-Nur Kendal, Kiai Mustofa kepada awak media, di lokasi pembangunan SMP Tahfidzul Quran An-Nur Kendal, di Desa Jungsemi, Minggu (19/3/2023).

Dijelaskan, Yayasan An-Nur yang didirikan sejak tahun 2007 mengelola pondok pesantren yang mengajarkan tahfidzul quran dan salaf, dengan jumlah santri 25 – 40 anak. Namun karena tidak ada jenjang sekolah kelanjutan, akhirnya para santri tersebut pergi atau pindah ke pondok lain.

“Kalau pondoknya termasuk majelis taklim, belum saya lembagakan berdiri sejak tahun 2007. Sifatnya masih tradisional. Jadi waktu itu tidak minta bantuan ke mana-mana, seadanya saja sendiri, dibantu para jemaah tahfidzul quran yang berjumlah seratusan,” ungkap Mustofa.

Seiringnya waktu, kemudian timbul keinginan dari para pengurus yayasan, untuk mendirikan sekolah tingkat SMP di tahun ini. “Kami mempunyai visi menjadikan sekolah dengan generasi qurani, berkarakter, dan berwawasan luas. Sedangkan misinya, menjadikan lembaga pendidikan pencetak hafiz dan hafizah,” ujarnya.

“Kemudian mensyiarkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran di masyarakat, mencetak lulusan dengan karakter mulia dan mencetak lulusan dengan keterampilan luas dan berwawasan global,” imbuh Mustofa.

Meski tak diungkapkan secara langsung, namun dirinya berharap, ada perhatian dari pemerintah dan juga para donatur, untuk membantu pembangunan SMP Islam Tahfidzul Quran An-Nur Kendal.

“Ya saat ini masih berusaha semampu kami dan mengandalkan bantuan dari para jemaah. Insya-Allah, semoga ke depan ada yang datang ke sini untuk meninjau pembangunan sekolah kami,” ucap Mustofa.

Sementara itu, pengurus Yayasan An-Nur Kendal, Imam Setijawan menjelaskan, beberapa program unggulan telah dipersiapkan pihaknya. “Kami ada boarding school, pendidikan akhlaqul karimah, tahfidz quran, penerapan kurikulum pesantren, dan penanaman leadership,” ujarnya.

Sedangkan untuk keunggulan akademik, lanjut Imam, berbasis Islam, juga menerapkan perpaduan akademik dan program tahfidzul quran dengan metode yambua.

“Selain itu, menerapkan perpaduan akademik dan kurikulum pesantren, serta pendekatan pembelajaran dengan menggunakan metode potensi siswa dan pembiasaan bahasa Arab dan Inggris,” imbuhnya.

Imam juga menyebut, nantinya di SMP Islam Tahfidzul Quran An-Nur Kendal, juga diadakan program ektrakurikuler. Yaitu komputer, hadrah, kaligrafi, qiroah dan khitobah.

Dijelaskan, untuk kegiatan sehari-hari, para santri nantinya diminta melaksanakan salat malam, jamaah subuh dan setoran hafalan, sarapan dan persiapan sekolah, mengikuti sekolah formal, istirahat, dan mengikuti jamaah Asar bersama.

“Selanjutnya mengikuti pendidikan lifeskill, menyimak bacaan Al-Quran, jamaah maghrib, tadarus Al-Quran dan jamaah Isya’. Kemudian mengulang hafalan Al-Quran, baru tidur,” beber Imam.

Sedangkan untuk target kelulusan, yaitu lulus hafal 15 juz, target khusus lulus hafal 30 juz dan menguasai ilmu syar’i. Kemudian anak memiliki akhlak karimah dan mampu menjadi tauladan di lingkungan sekitar.

“Selain itu, mengetahui pengetahuan umum, mempunyai pengetahuan public speaking, juga mampu menghapal hadits Arbain Nawawi, serta mempunyai kemampuan kewirausahaan,” pungkas Imam.(HS)

Wali Kota Semarang Dorong Pelaku UMKM Urus Sertifikasi Halal

Sambut Ramadan, Warga Wonorejo Kaliwungu Gelar Kirab Dugderan