HALO BOYOLALI – Ratusan hektare ladang sayuran di sebagian wilayah di Kabupaten Boyolalu, ikut diguyur oleh hujan abu vulkanik saat Gunung Merapi, mengakibatkan pertumbuhan tanaman-tanaman itu terganggu.
Hal ini seperti terjadi di tiga desa di Kecamatan Selo, Boyolali, yakni Desa Klakah, Desa Jrakah, dan Desa Tlogolele.
Untuk diketahui, Selo merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang berada di kaki sebelah utara Gunung Merapi. Lantaran posisi geografis demikian, desa-desa di wilayah ini rentan terdampak oleh bahaya letusan Gunung Merapi.
Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, tanaman hortikultura di tiga desa yang terkena dampak abu vulkanik itu, yakni tanaman brokoli seluas 21 hektare, bunga kol seluas 34 hektare, aneka cabe yang sedang berbunga seluas 124 hektare, tomat seluas 17 hektare, dan labu siam seluas 3 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto, mengatakan dari hasil pengecekan di lapangan, untuk pertanian di wilayah Desa Tlogolele hampir semua terkena paparan abu vulkanik.
Tanaman-tanaman tersebut antara lain buncis seluas 8 hektare, sawi seluas 5 hektare, kubis seluas 1 hektare, dan aneka cabai yang kondisinya sedang berbunga seluas 79 hektare.
Adapun di Desa Klakah dan Desa Jrakah, hanya sebagian kecil yang terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Abu vulkanik yang menyentuh tanaman ini, menurut dia memang tidak panas. Saat abu turun dan mengenai tanaman, sudah dalam keadaan dingin sehingga tanaman tidak hancur.
“Kalau ini dilakukan pembersihan, Insya Allah akan tetap tumbuh,” kata Bambang, belum lama ini seperti dirilis boyolali.go.id, pada Selasa (14/2/2023).
Menurut Bambang, dari sekian tanaman yang terpapar abu vulkanik, hanya bunga kol yang tidak bisa diselamatkan. Ladang bunga kol yang mengalami gagal panen ini seluas 5 hektare.
“Bunga kol relatif lembut dan tatkala kena pasir dan abu vulkanik, dicuci pun tidak bisa. Bunganya ini kan terbuka jadi begitu masuk pasir, dicuci pun masih lengket. Jadi ya memang gagal panen,” ujarnya.
Bambang mengatakan, sedangkan untuk tanaman cabai yang kondisinya sedang berbunga tidak bisa lagi berbuah.
Solusinya, tanaman harus dibersihkan atau dicuci terlebih dahulu. Nantinya jika sudah bersih, tanaman akan kembali berbunga dan menghasilkan buah.
Selain itu, tanaman aneka umbi juga aman. Hal ini karena umbi berasa di dalam tanah, sedangkan daun umbi sangat kuat. Tanaman buncis dan sawi juga relatif aman. Buncis dan sawi bisa dicuci setelah petik.
“Semoga lekas hujan, agar abu yang menempel di tanaman hortikultura cepat bersih dan bertunas ulang serta berbunga lagi,” kata Bambang. (HS-08).