in

80 MUA di Jepara Ikuti Kompetisi Tata Rias dan Peragaan Busana

Kompetisi make up, fashion show, dan bazar, dalam rangka HUT Ke-2 MUA Community Jepara, Minggu (19/2/2023).Gedung Wanita, Kabupaten Jepara. (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Puluhan Make Up Artist (MUA) asal Jepara, berkumpul di Gedung Wanita, Kabupaten Jepara, untuk mengikuti kompetisi make up, fashion show, dan bazar, dalam rangka HUT Ke-2 MUA Community Jepara, Minggu (19/2/2023).

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ida Lestari mengatakan bahwa para perias yang berkompetisi tersebut, bisa berperan mengembangkan MUA di Jepara.

“Karena untuk MUA jangkauannya lebih luas daripada hanya khusus ke rias pengantin. Untuk peserta semoga bisa untuk ajang promosi salon atau penyelenggara rias pengantin,” kata Ida.

Ketua Panitia, Tatik Nadia merinci bahwa acara tersebut diikuti oleh 80 peserta lomba dan 30 peserta bazar.

Mereka bergerak di bidang wedding organizer, skincare, dan catering

“Semoga MUA Jepara tidak hanya dikenal di Jepara, tetapi bisa merambah ke kota-kota lain,” papar Nadia

Ketua MUA Community Jepara, Yana Fauzi dalam sambutannya menjelaskan MUA Community Jepara adalah sebuah organiasi profesi yang resmi dengan payung hukum dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM di bidang tata rias wajah, pengantin, dan memiliki 14 kategori kompetensi make up sesuai dengan indikator dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

“Di Jepara, organisasi ini masih dini. Kegiatan lomba pengantin nusantara, muslim, dan bridal serta lomba sanggul ini pun mengangkat kearifan lokal Jepara yaitu tenun ikat Troso dan batik Jepara yang merupakan tolok ukur MUA Jepara untuk menjadi lebih sukses dan berkembang,” terang Yana.

Aulia Maharani salah satu peserta lomba makeup kategori hijab, menuturkan keikutsertaannya dalam ajang ini adalah untuk memperkaya pengalaman.

Wanita lulusan Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Tata Rias ini membawa serta muse (model) dengan konsep tata rias hijab modern dengan gaun menjuntai bernuansa merah marun.

“Saya ikut ini untuk melatih skill dan untuk profesi,” ujar Maharani.

Nantinya para peserta akan dinilai oleh dewan juri yang berkompeten di bidang tata rias. Indikator penilaian meliputi complexion, kerapian, warna make up, dan aksi panggung serta keseluruhan penampilan. (HS-08)

15.000 Orang Hadiri Pengajian Umum NU Tersono Batang

Ma’ruf Amin Minta Evaluasi Peningkatan Layanan Haji