in

Digadang-gadang Bisa Digunakan untuk Pertujukan Skala Internasional, Operasional Gedung Ki Narto Sabdo di TBRS Terkendala Kelengkapan

Gedung Ki Narto Sabdo yang berada di Komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, yang sudah rampung pengerjaan fisiknya.

HALO SEMARANG – Pembangunan fisik Gedung Ki Narto Sabdo di Komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang kini telah rampung. Sayangnya gedung yang dibangun dengan anggaran yang besar capai puluhan miliar ini belum bisa digunakan karena sarana dan prasarana (Sarpras) penunjang pertunjukan kelas internasional saat ini belum lengkap.

Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru), M Irwansyah menjelaskan, pembangunan gedung Ki Narto Sabdo telah selesai dilakukan dan siap digunakan setelah diserahkan pengelolaannya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

“Fisik gedung sudah kami serahkan ke pihak Disbudpar, saat ini sambil menunggu diisi sarpras penunjangnya. Kalau secara fisik bangunannya sudah bisa dimanfaatkan,” terangya, Jumat (10/2/2023).

Irwansyah mengatakan, terkait sarpras memang perlu dilakukan penambahan. Misalnya sisi interior, atribut, hingga sound system, beserta lighting. Namun menurut dia, soundsystem standar ataupun alternatif yang lain juga sudah ada.

“Kalau pentas yang skala kecil siap, karena soundsystem sudah ada. Sambil diisi Disbudpar bisa menyiapkan apa yang bisa ditampilkan di sana,” paparnya.

Sementara, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso mengklaim, jika Distaru belum menyerahkan gedung meski fisiknya sudah selesai. Bahkan menurut dia, gedung belum siap sepenuhnya untuk dioperasionalkan, lantaran masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dari segi sarpras.

“Fisiknya memang sudah jadi, tapi belum diserahkan. Bu Ita (Wali Kota Semarang-red) minta Distaru untuk mengisi kekurangannya dulu,” ujarnya.

Tidak Maksimal

Dia menuturkan, kekurangan sarpras memang harus dipenuhi. Misalnya lighting, ruang rias, pintu pendingin ruangan, sound system dan lainnya.

Menurutnya, jika dipaksakan dengan menyewa alat untuk menambal kekurangan, juga tidak maksimal dan akan membebani anggaran. Apalagi gedung ini di setting sebagai tempat pertunjukan dengan skala internasional.

“Dari pada nggak maksimal, harus dilengkapi dulu kekurangan sarprasnya. Memang ada sound, tapi untuk gedung pertemuan bukan untuk pertunjukan, tentu harus propper dari segi kualitas dan spesifikasi,” imbuhnya.

Meski masih banyak perbaikan dari segi sarpras, Wing yakin tahun ini Gedung Ki Narto Sabdo bisa digunakan. Apalagi informasinya kekurangan yang ada akan dianggarkan pada APBD tahun 2023. “Memang tahun 2022 lalu belum clear karena anggaran terbatas, tapi tahun ini dianggarkan lagi. Targetnya buat HUT Kota Semarang, bisa digunakan,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi D Kota Semarang, Abdul Majid mengaku Komisi D dalam waktu dekat ini akan mengundang Disbudpar dan mendesak segera menggunakan Ki Narto Sabdo untuk kegiatan seni ataupun pertunjukan skala internasional.

“Kita desak Disbudpar segera menggunakannya dan melakukan kegiatan di sana. Nanti kita undang dinas terkait, apa kendalanya sehingga belum bisa dimanfaatkan untuk kegiatan seni,” tambahnya.

Pihaknya menyayangkan jika gedung semegah Ki Narto Sabdo yang pembangunannya menghabiskan anggaran miliaran rupiah, namun saat ini terkesan sepi pentas dan tidak digunakan untuk kegiatan ataupun event.(HS)

Kasus Ginjal Akut Kembali Muncul, Heri Pudyatmoko: Ini Ironis

Kecelakaan Maut di Kalibanteng Semarang, Pemotor Meninggal Terlindas Kontainer