HALO SEMARANG – Event baru sprint race pada MotoGP 2023 menuai pro dan kontra.
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, mempersoalkan balapan tambahan yang akan dimainkan sehari sebelum lomba utama itu.
Sprin race digelar untuk menghibur para penggemar.
Musim ini bakal mementaskan 21 seri yang berarti ada 42 balapan sepanjang musim dengan dua balapan pada akhir pekan.
Format dari sprint race melangsungkan separuh dari jumlah lap utama dan pemenang akan mendapatkan 12 poin.
Carlo Pernat menyatakan belum ada solusi yang ditemukan dengan para pabrikan terkait masalah pelik pembayaran bonus untuk sprint race.
’’Ada masalah besar di sini, dan ini harus jelas,’’ kata Pernat seperti dikutip dari GPOne.
Dia menambahkan tak mungkin para pembalap tidak mendapatkan uang.
Manajer dari Enea Bastianini itu menegaskan pabrikan harus memahami hal ini.
’’Pembalap harus mendapatkan bayaran tambahan untuk melakukan sprint race. Pembayaran bonus disepakati secara kontrak per balapan dan sprint race adalah balapan, bukan pertunjukan,’’ paparnya.
Otoritas MotoGP, lanjut dia, harus menemukan cara untuk membayar para pembalap, mungkin dengan sistem bonus yang berbeda yang tidak harus setengah dari apa yang biasanya mereka dapatkan untuk menang.
’’Bayaran tambahan tentu saja penting bagi pembalap. Ini adalah balapan yang diperhitungkan dalam kejuaraan dunia,’’ tandasnya.
Keberadaan sprint race memang membuat para pembalap harus meningkatkan ketahanan fisik. (HS-06)