HALO KENDAL – Kasus penyebaran virus Lumpy Skin Disease (LSD) terus mengalami peningkatan. Hari ini Jumat (20/1/2023) dikabarkan 175 ekor ternak di Kendal terpapar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kendal, Puji Yuwono, Jumat (20/1/2023). Dikatakan, kasus positif LSD di Kendal kini berada di 31 desa dari 13 kecamatan.
“Berdasarkan data, hingga hari ini total mencapai 183 ekor. Dengan rincian, kasus baru sebanyak empat ekor, dengan kasus aktif 175, sembuh empat dan mati satu,” bebernya.
Puji menjelaskan, langkah yang telah diambil Dinas Pertanian dan Pangan Kendal melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, adalah dengan melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada peternak. Selanjutnya melaksanakan survailans, vaksinasi LSD, dan pengobatan kepada ternak yang terpapar.
“Untuk target vaksinasi 10 ribu ekor sapi dan kerbau. Saat ini sudah tercapai 705 ekor sapi yang divaksin, dengan jumlah droping vaksin sebanyak 1.500 dosis,” jelas Puji.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memasukkan/membeli ternak dari wilayah lain terutama dari daerah yang terpapar.
Kemudian kepada peternak dirinya meminta untuk selalu menjaga kebersihan kandang, menerapkan biosecurity baik lingkungan, peralatan dan personal, serta pemberian pakan ternak yang berkualitas.
“Laporkan sedini mungkin kepada petugas jika menjumpai ternak bergejala LSD. Lakukan isolasi atau karantina pada ternak yang terpapar dan pengendalian vector, seperti lalat, nyamuk, dan caplak,” ujar Pandu.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, sejak 18 Agustus 2022 hingga 18 Januari 2023, kasus pesebaran virus LSD sudah berada di 25 kabupaten/kota.
Yaitu di Kabupaten Tegal, Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Boyolali, Demak, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Rembang, Temanggung, Batang, Sragen, Klaten, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, Grobogan, Pati, Jepara, Karanganyar, Cilacap, Banyumas, Purworejo, Sukoharjo, Purbalingga dan Banjarnegara.
Sedangkan untuk Kudus dan Kebumen dalam investigasi/diuji, dengan hasil tes laboratorium, di kedua kabupaten tersebut hasilnya negatif.(HS)