in

Hindari Mobil Keluar SPBU, Truk Trailer Alami Kecelakaan di Arteri Kaliwungu

Truk trailer yang alami kecelakaan di arteri Kaliwungu, Kamis (19/1/2023)
HALO KENDAL – Proses evakuasi kecelakaan truk trailer bermuatan kawat besi seberat 50 ton di jalan arteri Kaliwungu, sempat mengakibatkan arus lalu lintas di lokasi kejadian tersendat, Kamis (19/1/2023).
Kecelakaan terjadi, tepatnya di depan SPBU Sindoro Lengkong, Klarik, masuk Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu.Pengemudi truk trailer L 8055 UE yang mengalami kecelakaan,  Edi Joko (47) mengaku, kecelakaan terjadi, akibat dirinya menghindari mobil yang keluar dari SPBU yang sedang mundur.

Dijelaskan, dirinya mengemudikan sendiri truk trailernya, tanpa kernet, dengan membawa muatan kawat besi seberat 50 ton tersebut berangkat dari Surabaya untuk menuju Jakarta.

“Saya pas melaju, tiba-tiba ada mobil keluar dari SPBU, saya injak rem tapi sudah tidak nyandak, dan truk saya masuk ke jalur berlawanan kemudian bertabrakan dengan truk trailer dari arah barat. Alhamdulillah pas kejadian seperti ada yang menarik saya keluar truk, jadi saya selamat,” ungkap Edi.

Sementara itu, proses evakuasi dipimpin Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Rizky Widyo Pratomo, didampingi Kanit Gakkum Satlantas, Iptu Aris Krismanto dan petugas Satlantas lain.

AKP Rizky menjelaskan, kecelakaan terjadi pada pukul 02.00 WIB, truk trailer bernomor polisi L 8055 UE tersebut berjalan dari arah Timur (Semarang) menuju ke arah Barat (Kendal) berjalan di lajur kiri.

“Sesampainya di tempat kejadian, di depan truk trailer tiba-tiba ada mobil yang tidak diketahui identitasnya, keluar dari SPBU,” jelasnya.

Menurut AKP Rizky, diduga kurang konsentrasi, pengemudi trailer yang mengangkut kawat 50 ton tersebut kaget dan langsung membanting stir ke kanan, dan masuk ke lajur berlawanan.

“Bersamaan terdapat truk trailer bernomor polisi H 1824 DG melaju dari arah berlawanan dan truk trailer L 8055 UE menabrak bodi tengah truk trailer H 1824 DG tersebut,” beber AKP Rizky.

Saat ini kasusnya masih dalam penanganan Satlantas Polres Kendal. Untuk proses evakuasi memakan waktu cukup lama, dikarenakan menunggu truk lain dari Rembang yang akan mengganti kepala truk tersebut.

Sementara kasus kecelakaan di Kendal terjadi peningkatan. Berdasarkan data dari Polres Kendal, tahun 2021 jumlah kejadian sebanyak 434, dan korban meninggal dunia sebanyak 127, dengan kerugian material sebesar Rp 220.650.000.

“Sedangkan tahun 2022 jumlah kejadian 497, korban meninggal dunia 141, dan kerugian material mencapai Rp 390.750.000,” terang IPTU Aris Krismanto, Kanit Gakkum Polres Kendal. (HS-06)

Bersihkan Longsor hingga Dorong Motor, Personel Polres Rembang Bantu Masyarakat

Sejumlah Hewan Ternak di Jateng Terserang LSD, Ganjar Minta Isolasi dan Penanganan Secepatnya