HALO SEMARANG – Chelsea berbelanja besar pada bursa transfer musim panas lalu dengan menghabiskan lebih dari 250 juta pound.
Manajemen The Blues membeli Wesley Fofana, Marc Cucurella, Raheem Sterling, dan Kalidou Koulibaly.
Namun, belanja besar itu tidak tepat sasaran.
Performa Si Biru tak stabil dan membuat manajer Thomas Tuchel dipecat.
Todd Boehly, pemilik baru Chelsea, kemudian secara berani memilih Graham Potter sebagai pengganti Tuchel.
Awalnya, Potter membawa Cesar Azpilicueta dan kolega tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan.
Namun, performa klub London itu belakangan ini menurun.
The Blues menelan empat kekalahan dalam lima laga terakhir.
Cara Boehly mengelola Si Biru pun menjadi sorotan.
Pandit Liga Primer Inggris dan mantan bek Manchester United, Gary Neville, menilai ada kesalahan penanganan dari manajemen.
‘’Ada semua cap bahwa ini sebuah proyek yang akan memakan waktu. Tak ada keraguan, proyek ini ditangani dengan kasar. Pembelian pemainnya sembrono,’’ kata Neville seperti dilansir dari Metro.
Potter beruntung ada jeda Piala Dunia 2022 sehingga tekanan buat dirinya reda.
Namun, eks manajer Brighton & Hove Albion itu bakal kembali tertekan ketika Premier League bergulir lagi pada 26 Desember 2022.
Beberapa eksperimen yang dilakukan Potter malah menjadi bumerang.
Lini belakang mudah ditembus, barisan gelandang kehilangan kreativitas, dan lini depannya mandul. (HS-06)