HALO BISNIS – Bank Jateng mampu membuktikan diri berada di urutan ketiga dari jajaran 27 bank daerah yang ada di Indonesia. Sementara dari sisi laba, Bank Jateng menempati peringkat dua di jajaran bank daerah se-Indonesia.
Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan secara keseluruhan yang mencapai 12 persen, dengan total aset yang dimiliki hingga akhir September lalu mencapai Rp 85,1 triliun.
Demikian disampaikan Direktur Informasi Teknologi (IT) Konsumer dan Jaringan Bank Jateng, Wiweko Probojakti saat peresmian perpindahan Kantor Cabang Pembantu Sukorejo, Kabupaten Kendal, Senin (3/10/2022).
“Total laba Bank Jateng secara keseluruhan mencapai Rp 2 triliun. Keberhasilan ini akan kami pertahankan dan terus berupaya untuk kami tingkatkan,” tandasnya.
“Keberhasilan ini merupakan kepercayaan nasabah didukung pemerintah daerah yang mempercayakan pengelolaan keuangan daerah di Bank Jateng,” imbuh Wiweko.
Dirinya menjelaskan, dana yang dihimpun Bank Jateng dari masyarakat sebesar Rp 67 triliun. Baik berupa tabungan, giro, maupun simpanan berjangka.
“Dana yang kami himpun dari masyarakat ini, mengalami pertumbuhan sebesar sepuluh persen,” jelas Direktur Informasi Teknologi (IT) Konsumer dan Jaringan Bank Jateng.
Selain menghimpun dana, lanjut Wiweko, ada juga kredit yang dikucurkan Bank Jateng mencapai Rp 54,6 triliun.
“Meski masih rendah, tapi tetap tumbuh sebesar lima persen. Dan ini akan terus kami kami tingkatkan sehingga bisa mencapai 10 persen,” lanjutnya.
Wiweko juga memaparkan, dari Rp 54,6 triliun kredit yang dikucurkan Bank Jateng, sebesar Rp 32,7 triliun atau 63 persen kredit kepada ASN di Jawa Tengah. Kemudian sisanya 21,9 merupakan kredit kepada masyarakat umum.
“Kami juga tingkatkan layanan teknologi digital mobile banking Bank Jateng (Bima Mobile) yang akan naik ke Versi 2.0,” ujarnya.
“Peningkatan Bima Mobile, ada pembaruan dari versi sebelumnya. Di antaranya layanan QRIS, berbagai layanan pembayaran. Seperti tagihan rutin listrik, air, PBB, TV Kabel, Telepon, Internet dan sebagainya. Selain itu juga layanan pembayaran pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lainnya,” papar Wiweko.
Hadir dalam acara peresmian perpindahan Kantor Cabang Pembantu Sukorejo, Sekretaris Perusahaan, Herry Nunggal Supriyadi dan Pemimpin Cabang Kendal, Suko Hariyadi.
Sementara itu Sekda Kendal, Sugiono yang mewakili Bupati Kendal mengatakan, ada tiga hal penting catatan untuk Bank Jateng. Pertama, Bank Jateng harus hadir sebagai penyokong pertumbuhan semua sektor ekonomi dan keuangan di Kendal.
“Berbagai skema pembiayaan bagi pelaku industri, baik yang berskala besar maupun usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM), juga perlu dikembangkan,” ujarnya.
Kedua, lanjut Sugiono, Bank Jateng harus bisa menyempurnakan layanan digital perbankan. Sebab setiap hari semakin akrab dengan gaya hidup digital.
Dirinya menyebut, seperti penambahan fitur-fitur pada sistem mobile banking dan ketersediaan link dengan e-commerce, teknologi finansial, dan sistem pembayaran agar diperbanyak.
“Ketiga, Bank Jateng perlu terus menjajaki dan mengembangkan berbagai program potensial guna memperluas pangsa pasar. Program-program berpotensi besar, juga perlu mendapat perhatian serius,” imbuh Sugiono.(HS)