HALO KENDAL – Jagat dunia maya di Kendal, dihebohkan dengan beberapa postingan dari salah satu akun yang menamakan diri Sambone Kendal, yang berisi tentang dugaan praktek jual-beli jabatan dan posisi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal.
Dalam salah satu postingan ditulis, “Sahabat yg saling bunuh.. Asrofi dilaporkan kelana ke wakil bupati terkait pemakaian setoran ratusan juta. Maka asrofi terancam di pidana dan menyeret nama parna di dinkes.. Dengan membuat surat kuasa bantuan hukum di kaliwungu.. Harapannya posi2 parna diganti wowo rumah sakit.. Memilukan”.
Kemudian ada juga postingan lain, yakni “Pengakuan asrofi dan beberapa orang dekat wakil bupati.
Semua yang dilakukan sesuai arahan dan petunjuk wakil bupati kendal windu suko basuki.
Dalam forum arisan pernah di sampaikan bahwa anggota diminta mencari tenaga penunjang, polpp, damkar dan satpam.. Silahkan diminta operasional secukupnya untuk biaya operasional.
Untuk pindah atau naik jabatan diminta menyodorkan nama2 yang bisa dimintai kompensasi dengan mbayar uang di depan. Seperti di lakukan saudara asrofi.
Maka dari semua tingkatan berlomba mencari oknum yg mau membayar dgn iming2 pekerjaan.
Ini terjadi sejak pelantikan dan dilakukan sampai hari ini.”.
Selanjutnya juga ada postingan dari akun Sambone Kendal, “Kemanakah pundi uang yg dikumpulkan Mr A mengalir (dikumpulkan).
1. Lukita swasta adiknya parna
2. Rajo markijuh dokter
3. Kelano sawi, seniman
4. Maskam LBH awuk2
Ujungnya ke WSB.
Pihak dinas
1. Giro kusumo dishub
2. Upin ipin LH
3. Wowo rumah sakit.
Ujungnya ke saudara Parna spdi,mhi.
Dana terkumpul sudah 40 milyar..
Target sampai akhir jabatan 120 milyar..”.
Dengan adanya beberapa postingan di media sosial tersebut, yang dirasa merugikan nama baiknya, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki angkat bicara.
“Secara pribadi dan selaku wakil bupati, saya sangat prihatin atas kejadian ini. Tapi, saya amati, saya analisa orangnya itu-itu saja. Saya akan datangi dan akan saya klarifikasi tentang yang ditulis sekian miliar, sekian miliar tersebut. Ini sebuah fitnah, ini merupakan provokasi yang sangat keji, dan ini tidak kita bolehkan,” ungkapnya.
“Karena Kendal adalah masyarakat religius, yang mengedepankan tata krama dan sopan santun. Tadi pagi saya sudah reaktif, untuk menjawab semua yang ada di facebook,” imbuh Pakde Bas.
Wabup pun mengungkapkan, hal-hal yang diduga dilakukan oleh AS tersebut, sebenarnya tidak suka ia bahas. Apalagi diduga AS sampai dia muter, tanpa sepengetahuannya dan tanpa perintahnya.
“Kesalahan dia (AS), kenapa melakoni hal-hal yang tidak terpuji. Sehingga mengakibatkan nama orang lain jadi tercemar,” tandasnya.
Bahkan, saat AS dikonfrontir dengan pihak yang diduga ia mintai uang, untuk pindah atau naik jabatan, AS selalu mengelak dan tidak mengakui hal tersebut.
Sementara terkait yang ditulis oleh akun Sambone Kendal, yang menyebut dirinya memberhentikan AS dari kepala rumah tangga rumah dinas, Pakde Bas dengan tegas menjawab, hingga saat ini tidak ada dia memberhentikan AS.
“Sampai hari ini saya tidak merasa mengeluarkan dia. Karena setelah kejadian tersebut, dia (AS) tidak pernah datang ke rumah dinas. Jadi saya ya biasa saja. Sebenarnya kalau dia mau berterus terang, sejujur-jujurnya, saya tidak begitu kecewa. Karena ketidakterbukaannya dan ketidakjujurannyalah yang membuat saya kecewa,” jelasnya.
Pakde Bas juga menegaskan, sejak dilantik hingga saat ini, dirinya belum pernah menerima apapun terkait pindah maupun tarikan jabatan.
“Perlu panjenengan garis bawahi. Sampai detik ini saya tidak pernah menerima uang satu sen pun atas tarikan atau pindah jabatan. Karena saya punya harga diri,” tandasnya lagi.
Sebagai penutup, Pakde Bas menekankan, terkait postingan ini, akan dia hadapi sendiri, secara single fighter. Dan apabila mengarah kepada pidana akan ia lanjutkan. “Selama ada ranah pidana, akan saya lanjutkan,” pungkasnya. (HS-06)