HALO SEMARANG – Pemberdayaan masyarakat untuk mengangkat potensi ekonomi yang ada di masing-masing wilayah terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan menambah kampung tematik pada tahun 2022 ini. Total ada 10 kampung tematik baru yang dibuat, selain itu juga ada kampung tematik yang sudah naik kelas.
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Prakosa menjelaskan, jika pembuatan kampung tematik baru ini, dilakukan secara bottom up dari masyarakat, yang kemudian di verifikasi oleh tim terkait potensi yang diangkat.
“Pengajuannya bottom up, warga mengajukan potensinya apa di kelurahan, kecamatan dan kota. Jika proposalnya sudah masuk, nanti akan dilakukan verifikasi dan ditetapkan untuk dijadikan kampung tematik,” terangnya Kamis (8/9/2022).
Budi menjelaskan, jika pada tahun ini ditetapkan 10 kampung tematik baru yang akan mendapatkan anggaran di tahun 2023 mendatang. Sementara 10 Kampung tematik baru tahun ini, sudah ditetapkan sebelumnya pada tahun 2024.
Total, kata Budi, ďada 260 kampung tematik yang dimiliki Kota Semarang.
“Tahun ini ada 10 kampung tematik baru, ini pengajuan dari tahun 2021 lalu. Tahun depan ada 10 kampung tematik lagi yang akan dibuat,” paparnya.
Dari data yang ada, 10 kampung tematik ini tiga di kecamatan Tembalang, yakni Kampung Haskar, Kampung Turonggo Seto, Kampung Dung Tungkul. Lalu ada satu di kecamatan Mijen dan satu di Ngaliyan yakni Kampung Budaya Dawung, Kampung Sikandak Kuliner.
Sedangkan empat kampung tematik lain yaitu ada di Kecamatan Semarang Utara, yakni Kampung Mangrove Edupark, Kampung Tanaman Hias, Kampung Las Kenteng, dan Kampung Hijau Peduli Sampah. Terakhir satu kampung tematik di Gunungpati, yakni Kampung Jahe Merah (Kajera).
“Bappeda juga melakukan profiling kampung tematik, dengan membuat inforgrafis ataupun video pendek agar mereka naik kelas. Total ada 30 kampung tematik yang siap naik kelas,” kata Sub Koordinator Pelaksanaan Sosial Bappeda Kota Semarang, Yohanes Adi Nugroho.
Yohanes menjelaskan, tahun 2021 lalu, Kampung Jawi mendapatkan kesempatan untuk naik kelas dan mendapatkan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk mengembangkan kawasan tersebut. Intinya kampung tematik yang naik kelas, adalah kampung yang memiliki pemberdayaan masyarakat yang bagus.
“DED sudah dibuat tahun 2021 lalu, tahun ini mulai dilakukan pembangunan. Peningkatannya, tentu di pasar kuliner tradisional yang dijual di Kampung Jawi,” ujarnya.
Selain itu, pada tahun ini ada 2022 Kampung Batik Semarangan dan Kampung Lunpia yanh naik kelas. (HS-06)